07 November 2022, 14:05 WIB

Pemuda TIDAR Angkat 6 Ton Sampah Plastik dari Sungai Cisadane


mediaindonesia.com |



PADA Minggu (6/11), Tunas Indonesia Raya (TIDAR) bekerja sama dengan Ocean's Integrity (RIO) melakukan aksi pembersihan Sungai Cisadane dengan teknologi baru. Jaring raksasa yang berukuran 120 x 20 x 280 m dihubungkan dari satu sisi sungai ke sebuah perahu di sisi seberangnya dengan tujuan menangkap 95% sampah yang terhanyut di sungai tersebut.

Ini merupakan inisiatif dari Kieran Kelly, pendiri dan pemimpin RIO yang juga pemilik hak paten internasional teknologi yang digunakan hari ini, bersama dengan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Ketua Umum TIDAR.

"Kita tahu bahwa Indonesia adalah salah satu kontributor limbah maritim terbesar di dunia. Sejak Pilwalkot Tangsel saya sudah sangat greget mau melakukan sesuatu untuk membersihkan sungai Cisadane, mengingat tragedi lingkungan TPA Cipeucang yang terjadi beberapa tahun lalu," kata Sara, panggilan akrab ibu dari 3 anak itu.

Kieran telah memilih Indonesia sebagai tempat pilot project untuk MPED atau Micro-Plastic Elimination Device. MPED tujuannya adalah menangkap sebanyak-banyaknya microplastic guna mengurangi kematian plankton.

"Paru-paru dunia yang sebenarnya bukan hanya pohon tapi justru peran plankton lebih besar di situ," sambut Kieran, pria kelahiran Irlandia yang tumbuh besar dari keluarga nelayan, dalam bahasa Inggris berlogat Irlandia kental. "Riset menunjukkan banyak plankton mati akibat mengonsumsi plastik micro dan nano. MPED saya buat untuk mengurangi jumlah sampah plastik di laut maupun yang menuju ke laut."

TIDAR bergerak melalui TIDAR Peduli sebagai kerja nyata generasi muda GERINDRA yang peduli akan lingkungan hidup.

"Harapan kami. Ke depannya MPED bisa dilihat sebagai salah satu solusi nyata untuk mengatasi permasalahan plastik mikro dan rencananya, Ocean's Integrity akan menggandakan MPED dengan puluhan versi kecilnya untuk memberikan pemasukan bagi para nelayan. Mereka akan dapat mendapatkan pemasukan dari mengoleksi sampah di perairan. Artinya ini juga menjadi sumber dana masuk ke Indonesia dan para nelayan yang juga akan membantu menjaga lingkungan di mana mereka mencari nafkah," jelas Sara.

Alat MPED telah dimasukkan ke Sungai Cisadane pada Minggu, tgl 6 November pagi selama 6 jam. Dari upaya ini, TIDAR Peduli dan Ocean's Integrity berhasil mengumpulkan dan mencegah 6 ton sampah mengalir ke laut. (OL-10)

BERITA TERKAIT