04 November 2022, 19:55 WIB

Tiga Upaya Dexa Group Dukung Ketahanan dan Kemandirian Farmasi Indonesia


mediaindonesia.com |

DINAMIKA industri yang terjadi akibat kondisi pandemi, krisis keuangan global, dan tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, membuat industri farmasi terus mengupayakan ketahanan kesehatan dan kemandirian industri farmasi.

Tiga upaya strategis untuk ketahanan dan kemandirian farmasi diberikan oleh Dexa Group atas dukungan dari pemerintah.

“Kita harus sama-sama membangun ketahanan dan kemandirian di dalam negeri, yang bikin goyang adalah ketergantungan produk impor,"  kata Pimpinan PT Dexa Medica, V. Hery Sutanto, di sela-sela Pameran Hari Kesehatan Nasional, Jumat (4/11).

"Kalau nilai tukar dollar AS naik, biaya produksi langsung tinggi. Ini inisiatif yang bagus atas instruksi dari Presiden Joko Widodo, yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan dan Badan POM,” jelas V.Hery.

Ada tiga upaya strategis Dexa Group dalam ketahanan dan kemandirian farmasi Indonesia. Yang pertama, kemandirian di dalam Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) atau kemandirian dalam obatobat herbal yang modern.

Kedua, melalui sister company Dexa yaitu Ferron Par Pharmaceuticals juga memproduksi bahan baku sintesa kimia Omeprazole dan Esomeprazole.

Baca juga: Industri Farmasi Terus Tumbuh, Argon Group Pacu Pertumbuhan Kinerja

"Ketiga, kita juga menggunakan Obat Generik Berlogo (OGB) yang bahan bakunya lokal dari Kimia Farma Sungwun Parmacopia yang kemarin kita lakukan penandatanganan MoU. Ini perlu kita dukung program pemerintah. Kita membeli (bahan baku obat dalam negeri) untuk kita pasarkan,” jelas V. Hery.

Menuju Kejayaan Obat Modern Asli Indonesia 

Sebagai salah satu upaya yang strategis yakni terkait kemandirian di dalam Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Fitofarmaka Director of Research and Business Development Dexa Group Prof. Raymond Tjandrawinata menyampaikan bahwa Dexa Group telah memproduksi Obat Modern Asli Indonesia ber-TKDN tinggi.

"Karena mulai dari bahan baku, produsen bahan baku, peneliti dan proses penelitian, pengembangan, hingga distribusinya berasal dari Indonesia," jelasnya.

Pernyataan Prof.Raymond disampaikan dalam Talkshow bertajuk “Menuju Kejayaan Obat Modern Asli Indonesia” di Jakarta, Jumat (4/11). 

Saat ini, Dexa Group telah memproduksi 63% produk OMAI fitofarmaka dari 57 item Fitofarmaka yang terdaftar dalam Nomor Izin Edar (NIE) Badan POM.

Sementara Obat Herbal Terstandar (OHT) yang diproduksi Dexa Group mencapai 26% dari 125 NIE Badan POM.

“Kami mengapresiasi dukungan dan langkah yang telah diambil pemerintah khususnya Kemekes, Badan POM dan Kemeperin untuk pengembangan OMAI melalui sejumlah kebijakan, termasuk Formularium Fitofarmaka yang telah diluncurkan, penggunaan produk dalam negeri melalui e-katalog, pembangunan fasilitas riset dan infrastruktur industri hingga kemudahan percepatan perizinan," jelasnya.

"Ini sebagai wujud nyata keseriusan pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong pemanfaatan OMAI," ujarnya.

"Diharapkan komitmen ini turut dibarengi oleh kontribusi serta dukungan masyarakat dalam memilih produk dalam negeri untuk ketahanan dan kemandirian kesehatan nasional,” kata Prof. Raymond.

Dalam kesempatan pembukaan Hari Kesehatan Nasional 2022 yang berlangsung sehari sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan  Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi booth Dexa Group yang disambut oleh Pimpinan Dexa Group Ferry Soetikno.

Dalam kunjungan tersebut, para menteri melihat komitmen dan upaya kemandirian industri farmasi Dexa Group.

"Dexa Group berkomitmen untuk memproduksi dan mengembangkan produk farmasi ber-TKDN tinggi demi mendorong kemandirian bahan baku obat, produk farmasi dan alat kesehatan," ujar Ferry Soetikno. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT