03 November 2022, 11:50 WIB

Fenomena Bulan Baru Picu Banjir Rob hingga Akhir Tahun 2022


Faustinus Nua |

SAMPAI dengan akhir tahun 2022, sejumlah daerah di Indonesia masih terdampak banjir rob. Mulai dari wilayah pesisir barat Sumatera, pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara masih berpotensi terjadi banjir rob. Hal ini disebabkan adanya fenomena bulan baru yang terjadi bersamaan dengan kondisi perigee.

"Banjir rob masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia karena adanya fenomena bulan baru. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan kondisi perigee," ujar prakirawan cuaca Yuli Kartiningsih kepada Media Indonesia, Kamis (3/11).

Dijelaskannya, perigee merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan jarak terdekat Bulan dengan Bumi. Lintasan orbit Bulan pada Bumi tidaklah bulat, namun berbentuk elips. Oleh karena itu, pada siklus perputarannya, ada saat bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi. Kondisi inilah yang disebut dengan perigee.

"Dampaknya meningkatkan pasang maksimum, menyebabkan potensi banjir rob utamanya daerah pantai dengan elevasi rendah. Selain itu adanya gelombang tinggi mencapai 2.5 - 4 meter di beberapa wilayah Indonesia juga akan memperluas dan meningkatkan kejadian banjir rob," terangnya.

Yuli menambahkan bahwa masyarakat perlu tetap waspada. Potensi gelombang tinggi juga masih terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Semua informasi terkait cuaca dari badan pemerintah seperti BMKG harus selalu menjadi acuan.

"Masih adanya potensi gelombang tinggi dan kecepatan angin 10 – 20 knot di pesisir barat Sumatra, pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. Masyarakat dihimbau untuk menyiapkan upaya mitigasi dan adaptasi untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir tersebut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: Satu Desa Lagi di Demak Terancam Hilang dari Peta Akibat Rob

BERITA TERKAIT