03 November 2022, 05:30 WIB

Covid-19 Omikron XBB Disebut Bisa Kelabui Antibodi


Basuki Eka Purnama |

DOKTER spesialis paru Qamariah Laila mengatakan covid-19 subvarian Omikron XBB mampu mengelabui antibodi, baik yang terbentuk melalui riwayat infeksi varian sebelumnya maupun vaksin.

"Sifat unik dari subvarian ini yaitu bisa mengelabui antibodi. Hal itu menjadi tantangan buat kita," kata Qamariah, yang kini berpraktik di RS Paru Dr H A Rotinsulu itu dalam bincang-bincang kesehatan, yang dikutip Kamis (3/11).

Ia menjelaskan akibat sifatnya yang mampu mengelabui antibodi maka subvarian Omikron XBB berpotensi tidak terdeteksi oleh tes antigen.

Baca juga: Masyarakat Diminta Tetap Lakukan Prokes untuk Tekan Penyebaran Covid-19 Subarian XBB

Selain itu, subvarian tersebut juga sangat mungkin menjangkiti orang yang sudah pernah terkena covid-19 varian sebelumnya dan orang yang sudah divaksin.

Sebagai turunan dari varian Omikron, subvarian XBB, dikatakan Qamariah, masih memiliki banyak sifat yang sama seperti induknya yaitu mampu menular dengan cepat.

"Bahkan mungkin XBB ini termasuk varian yang lebih cepat penyebarannya ketimbang Omikron," ujar dia.

Meski penularannya cepat, ia menjelaskan subvarian Omikron XBB tidak ganas sehingga gejala yang ditimbulkan pun relatif lebih ringan dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Menurut dia, subvarian Omikron XBB memiliki gejala yang mirip dengan covid-19 varian sebelumnya, bahkan dengan penyakit flu biasa. 

Adapun gejalanya, kata dia, di antaranya demam, batuk, sesak nafas, sakit kepala, lemas, dan pegal-pegal.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, Qamariah menyarankan untuk beristirahat di rumah dan menerapkan protokol kesehatan dengan benar supaya tidak menularkan kepada orang lain.

"Gejalanya memang sulit dibedakan. Berhubung kita masih berada dalam pandemi, maka tetap harus waspada. Apabila mengalami gejala seperti itu, demi kewaspadaan, selama gejalanya ringan kan memang tidak terlalu mengkhawatirkan, tapi jelas perlu isolasi diri, pakai masker, jaga jarak dengan orang terdekat kita, istirahat di rumah," katanya.

"Apalagi kalau sudah terkonfirmasi. Lihat dulu gejalanya, kalau gejala biasa itu boleh dirawat di rumah, isolasi, istirahat, makan bergizi, minum obat sesuai arahan dokter. Apabila terjadi tambahan gejala, segera konsultasikan (ke dokter)," pungkas Qamariah. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT