02 November 2022, 20:42 WIB

Menilik Fungsi Ekologis Hutan Mangrove


Joan Imanuella Hanna Pangemanan |

HUTAN mangrove atau yang kita kenal sebagai hutan bakau merupakan bagian yang sangat penting dalam ekosistem di daerah kawasan berpasir daerah tropis dan subtropis. Dilansir dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, terdapat sekitar 16.530.000 hektare hutan mangrove di dunia dan 20% atau sekitar 3.490.000 hektare dari jumlah tersebut ada di Indonesia.

Jumlah hutan mangrove dengan status kritis sebesar 637.624 hektare. Sekitar 2.673.548 hektare hutan mangrove dengan kondisi yang baik.

Menurut Desyanaputri (2016), tanaman bakau tumbuh di pantai dan paling banyak dijumpai pada batasan antara muara pantai dengan sungai. Tanaman bakau pada umumnya hidup berkelompok dalam jumlah banyak, akar besar, dan memiliki buah.

Manfaat hutan mangrove

Berdasarkan Ana (2015), manfaat hutan mangrove secara umum yaitu:

1. Mencegah erosi pantai.
2. Menjadi katalis tanah dari air laut.
3. Habitat perikanan.
4. Memberikan dampak ekonomi yang luas.
5. Sumber pakan ternak.
6. Mencegah pemanasan global.
7. Sumber pendapatan bagi nelayan pantai.
8. Menjaga kualitas air dan udara.
9. Pengembangan kawasan pariwisata.
10. Menyediakan sumber kayu bakar.
11. Pengembangan ilmu pengetahuan.
12. Menjaga iklim dan cuaca.

Fungsi ekologis hutan mangrove

1. Sebagai pelindung garis pantai.
2. Mencegah intrusi air laut.
3. Sebagai habitat berbagai jenis burung dan biota laut.
4. Menjadi tempat memijah dan berkembang biak ikan, kerang, kepiting, dan udang.
5. Sebagai pemasok sistem rantai makanan organik untuk organisme di sekitarnya.
6. Menghasilkan bahan pelapukan untuk sumber makanan plankton.
7. Menjadi tempat wisata, penelitian, dan pendidikan. (OL-14)

BERITA TERKAIT