31 October 2022, 10:05 WIB

Di Bulan Bahasa, Unsil Tasikmalaya Gelar Lomba Baca Puisi mulai level SMP


Adi Kristiadi |

FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar lomba baca puisi, musikalisasi puisi, menulis cerpen, karya ilmiah bertepatan dengan bulan bahasa. Perlombaan tersebut, digelar selama dua hari untuk pelajar usia 15 hingga 25 mulai SMP, SMA, SMK, mahasiswa, umum se Jawa Barat.

Ketua musyawarah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, SMKN 2 Kota Tasikmalaya, Miftah Fauzi, mengatakan, setiap tahun untuk memperingati bulan bahasa Indonesia diadakan perlombaan baca pusi, musikalisasi puisi, menulis cerpen, membuat karya ilmiah dan lainnya. Lomba skala se Jawa Barat

"Perlombaan yang dilakukannya tersebut tepat di bulan bahasa pada tanggal 31 Oktober, tapi untuk pelajar yang berminat membaca puisi, musikalisasi puisi, menulis cerpen dan karya ilmiah memang banyak. Karena, panitia juga membuka pendaftaran bagi peserta melalui online hingga pelaksanaan dilakukan dengan cara luring dan daring termasuk pembayaran melalui bank yang disiapkan," katanya, Senin (31/10/2022).

Peserta lomba, jelasnya, untuk pelajar hingga umum yang berusia 15 sampai 25 tahun. Tercatat ada 90 peserta dari berbagai sekolah. Dari Kabupaten Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis, Banjar, Garut dan Pangandaran serta Bandung. "Tim juri yang ditunjuk oleh panitia dari komunitas seni, dari unsur budayawan, penyair, pelukis, dan sastrawan Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia, Welly Nores Kartadireja, mengatakan, pihaknya mengapresi lomba baca puisi, musikalisasi puisi, menulis cerpen, membuat karya ilmiah yang dilakukan tepat di bulan bahasa. Sebagai motivasi bagi para guru pendidik di sekolah agar mengajarkan anak-anak supaya mereka bisa ekspresi di atas panggung untuk melatih diri.

"Kami sangat mengapresiasi perlombaan di bulan bahasa ini, sebagai ajang untuk melatih anak-anak sekolah usia muda. Apalagi, dalam perlombaan baca puisi, musikalisasi puisi, menulis cerpen dan membuat karya ilmiah harus ada penafsiran, penghayatan puisi, ekspresi dan penampilan para peserta harus menyatu karena menjadi penilaian tim juri," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Universitas Terbuka Siap Terbang Tinggi

BERITA TERKAIT