28 October 2022, 18:23 WIB

Royal Ambarrukmo Gelar Gladi Wayang Kulit Lakon “Semar Boyong”


mediaindonesia.com |

ROYAL Ambarrukmo Yogyakarta sebagai hotel bintang 5 yang bersejarah dan terkenal kental akan nilai-nilai budaya Jawa, pada Kamis 27 Oktober 2022 menggelar acara perayaan HUT Ke-11 tahunnya di Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo.

Tema HUT kali ini adalah Ragapeksi simbol burung Merak yang bermakna kesiapan dan kemantaban pada usia 11 tahun untuk menapak dan menjelajah lebih jauh, terbang lebih tinggi mengepakkan sayap lebih luas dan rasa kebanggaan karena keindahan atau keistimewaan yang ada, serta ungkapan syukur yang dimiliki.

Di ulang tahun ke-11 ini, juga merupakan ajang untuk memperkenalkanwayang dan gamelan baru milik Royal Ambarrukmo.

Gamelan baru ini memiliki nama “Kiai Yasa Arum” yang memiliki makna “Gamelan ini nantinya diharapkanakanmenjadi sarana untuk menciptakan dan membuat harum serta menjaganilai - nilai luhur budaya dan membuat harum nama besar Ambarrukmo sebagai salahsatupilarpenjaga kebudayaan Jawa.

”Royal Ambarrukmo juga memiliki wayang tokoh Ngarsa Dalem Sultan Hamengku Buwono VII yang disebut Wayang Kaping Piton serta memiliki nama Kyai Merukasapta yang bermakna Gunung sebagai lambang sesuatu yang paling utama.

Kata “Meru” dikatakan dalam bahasa Jawa sebagai Pikukuhing Jagad. Sedangkan kata “Kasapta” bermakna tempat atau yang tertuju.

Pementasan Wayang Kulit Pakeliran Padat pada malam hari ini mengambil lakon “Semar Boyong.” Lakon ini menceritakan tentang perebutan Kyai Semar oleh beberapa kerajaan.

Sembari menyaksikan pagelaran wayang kulit, paratamuundangan juga akan menikmati 11 hidangan spesial HUT Ke-11 Royal Ambarrukmo yang nantinya akan menjadi package baru bernama Pradanga yang bermakna yang bermakna bunyi-bunyian yang lengkap yang dinamakan Gamelan, dan terdiri dari beberapa instrumen seperti gender, gong, suling, dan lain-lain, dengan ciri khasnya masing-masing.

Dengan package ini, bisa mendapatkan 11 hidangan spesial dan juga Pementasan Wayang Kulit Pakeliran Padat disertai gamelan.

Hal tersebut membuktikan 11 tahun eksistensi Royal Ambarrukmo Yogyakarta dalam dunia hospitality tetap konsisten untuk melestarikan kebudayaan Jawa.

Kegiatan malam hari ini tidak hanya semata-mata untuk merayakan ulang tahun ke-11 saja, namun juga untuk terus melestarikan budaya Jawa.

Dengan adanya Pementasan Wayang Kulit Pakeliran Padat, Royal Ambarrukmo ingin memperkenalkan kembali budaya Wayang Kulit dan Gamelan kepada masyarakat luas.

Wayang Kulitdan Gamelan merupakan warisan budaya yang sangat berharga, sehingga harus selalu dilestarikan dari masa ke masa. Acara HUT Ke-11 Tahun ini diharapkan dapat menjadi ajang pengembangan budaya Jawa bagi masyarakat luas. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT