28 October 2022, 12:45 WIB

WHO: Jumlah Kasus TB Naik untuk Pertama Kali dalam Tempo Lebih dari 20 Tahun


Basuki Eka Purnama |

ANGKA kasus tuberculosis (TB), tahun lalu, naik untuk pertama kali dalam tempo lebih dari 20 tahun, dipicu oleh pandemi covid-19 yang menganggu proses diagnosa dan pengobatan. Hal itu diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (27/10).

TB naik kembali setelah turun selama bertahun-tahun, menewaskan sekitar 1,6 juta orang pada 2021, naik 14% dalam tempo 2 tahun.

Digusur oleh covid-19 dalam pandemi terparah yang dihadapi dunia, TB telah menewaskan 1,5 juta orang pada 2020 dan 1,4 juta pada 2019.

Baca juga: Ciri Gejala Tuberkulosis atau TBC

Direktur Program TB WHO Tereza Kasaeva mengatakan saat ini merupakan momen kunci dalam perang melawan TB.

"Untuk pertama kalinya dalam tempo hampir dua dekade, WHO melaporkan kenaikan jumlah penderita TB dan TB kebal obat, begitu juga dengan angka kematian terkait TB," ujarnya.

Diperkirakan sebanyak 10,6 juta orang didiagnosa TB pada 2021, naik 4,5% dibandingkan 2020.

Mayoritas orang yang tertular TB pada tahun lalu berada di Asia Tenggara (45%), Afrika (23%), dan Pasifik Barat (18%).

Akibat covid-19

WHO menyalahkan covid-19 sebagai penyebab naiknya angka kejadian TB.

"Laporan ini menunjukkan bahwa pandemi covid-19 terus memiliki efek merusak pada diagnosa, perawatan, dan beban penyakit TB," ujar WHO.

"Kemajuan yang telah dicapai bertahun-tahun hingga 2019 menjadi melambat, berhenti, atau bahkan berbalik dalam upaya mencapai target TB dunia," lanjut organisasi PBB itu.

Angka kejadian TB, kasus baru per 100 ribu populasi per tahun, naik 3,6% antara 2020 dan 2021 setelah sempat menurun sebesar 2% per tahun selama dua dekade terakhir. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT