25 October 2022, 22:30 WIB

Tekan Risiko Kanker dengan Rutin Konsumsi Buah dan Sayur


Mediaindonesia.com |

RUTIN mengonsumsi buah segar dan sayuran merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker. Konsumsi buah dalam bentuk buah segar, boleh dipotong-potong agar lebih mudah dimakan, ketimbang diolah menjadi jus buah. Soalnya, kandungan serat dalam buah potong lebih banyak dibandingkan untuk tubuh. 

Itu dikatakan pakar hematologi dan onkologi Prof. DR. dr. Noorwati Sutandyo, SpPD-KHOM. "Perbaiki nutrisi dengan rutin makan buah segar dan sayur setiap hari, lima porsi sehari," kata anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia itu dalam konferensi pers daring, Selasa (25/10).

Dokter penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik itu melanjutkan bahwa asupan buah dan sayur bisa dimasukkan ke dalam menu makanan utama atau camilan. Setiap individu bisa berkreasi sesuai selera masing-masing dalam memenuhi kebutuhan buah dan sayur setiap hari. "Banyak orang yang bawa snack wortel rebus, buncis rebus, labu siam rebus, atau potongan apel dan semangka," katanya. 

Dia juga menyarankan untuk meminimalkan konsumsi makanan berlemak yang dimasak dengan cara digoreng dan dibakar. Makanan manis dan berlemak juga tidak boleh dikonsumsi berlebihan sebab dapat membuat seseorang jadi kegemukan. Ini meningkatkan faktor risiko terkena kanker.

Selain itu, berhenti mengonsumsi alkohol dan merokok serta menyempatkan diri untuk berolahraga minimal 30 menit per hari hingga lima kali dalam sepekan. "Pulang kerja atau sebelum kerja, boleh jalan kaki cepat, lari, tenis, apa saja boleh," katanya.

Faktor lain yang tak kalah penting yaitu menjaga keseimbangan dalam bekerja dan tidak melupakan kesehatan mental sehingga stres bisa dikurangi. Dia menegaskan pentingnya untuk menghilangkan stres dengan cara yang disukai tiap individu, seperti berlibur ke tempat yang sejuk dan menikmati pemandangan alam demi menyegarkan pikiran. 

Menjaga gaya hidup sehat berperan penting dalam mengurangi risiko terkena kanker, sebab sebagian besar faktor risiko kanker sebetulnya bisa dihindari. "Faktor risiko yang tidak bisa dihindari seperti Angelina Jolie, yakni genetik," jelas dia. Faktor genetik dalam hal kanker hanya berperan sekitar 5%-7%. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT