21 October 2022, 18:38 WIB

SAS Institute Dorong Pesantren Terlibat Transformasi EBT


Mediaindonesia.com |

SAID Aqil Siroj Institute mendukung komitmen Presiden Joko Widodo untuk mencapai targer 23 baruan energi baru terbarukan (EBT) pada 2025.

Deputi Kajian SAS Institute Abi Rekso menilai sikap pemerintah tersebut sebagai momentum positif bagi masyarakat pesantren.

Ia mendorong masyarakat pesantren agar terlibat transformasi energi nasional. Abi menegaskan, menjelang Hari Santri Nasional masyarakat pesantren perlu agresif agar terlibat dalam transformasi energi nasional.

Dalam kajiannya Abi Rekso mengambil contoh Tiongkok sebagai salah satu kekuatan baru energi.

“Ada tiga kunci sukses Cina yang bisa jadi buah pelajaran. Pertama, arah politik energi yang disiplin dan asertif. Kebijakan dijalankan hingga roda pemerintah paling bawah. Kedua, mega proyek EBT sebesar 450 GW, yang terpusat di 5 provinsi prioritas.  Ketiga, hingga 2022 pemerintah Cina tercatat mensubsidi dan membiayai proyek EBT sebesar USD60 miliar," papar Abi Rekso.

Ia menambahkan, jika belajar dari Tiongkok, bukan tidak mungkin Indonesia juga mampu melakukan lompatan. Terlebih jika pemerintah secara maksimal melibatkan masyarakat pesantren. Menurutnya, kedepan pengembagan EBT bukan saja bergantung pada modal dan teknologi. Namun juga kesediaan lahan yang luas dan partisipasi masyarakat. Pasalnya, kian luas partisipasi publik makan akan semakin cepat tercapai target bauran energi.

“Dalam draft terakhir RUU EBT termaktub BAB XIII Partisipasi Masyarakat Pasal 38, pasal ini bisa kita maknai sebagai jalan masuknya masyarakat pesantren dalam transformasi EBT. Insyaallah SAS Institute akan menjadi lembaga yang terus mendorong keterlibatan masyarakat pesantren dalam transformasi energi nasional," pungkas Abi Rekso.

Pada Selasa (18/10) Oktober lalu, terjadi kesepahaman delapan BUMN untuk menandatangani Net Zero Emission 2060. Dengan adanya kesepakatan ini diharapkan juga mempercepat target 23% bauran energi campuran EBT. 

Menteri BUMN Erick Thohir mendorong agar BUMN memiliki komitmen kuat menuju energi hijau.

“Kami berharap para BUMN dapat menjalani prinsip ekonomi hijau dalam bertransformasi dan menjadi contoh baik bagi masyarakat Indonesia," ujar Erick. (OL-8)

BERITA TERKAIT