18 October 2022, 13:38 WIB

Destinasi Wisata Baduy Bukti Konkret Kerja Menparekraf Sandiaga Uno


mediaindonesia.com |

BANTEN menjadi provinsi penutup rangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Desa Kanekes Saba Budaya Baduy (Baduy luar) yang terletak di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masuk ke dalam 50 desa wisata terbaik program andalan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tersebut. 

Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi desa tersebut baru-baru ini. Mas Menteri -sapaan Sandiaga Uno- langsung disambut oleh penampilan atraksi musik Angklung Buhun Baduy.

Angklung Buhun Baduy merupakan alat musik tradisional khas masyarakat Suku Baduy yang biasa dimainkan lima pemain atau lebih dengan ciri khas Angklung terdapat hiasan batang padi atau rumbai dedaunan dan ditampilkan saat acara adat.

Tampak masyarakat dan jajaran pemerintahan setempat penuh antusias menyapa Mas Menteri.

Kemudian, rombongan menuju Imah Gede yang menjadi lokasi presentasi pengelola desa wisata tersebut. Selesai presentasi, Mas Menteri dan seluruh rombongan melihat produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khas desa Saba Budaya Baduy. 

Baca juga: Desa Karanganyar, Magelang Jadi Desa Wisata Ramah Berkendara

Desa wisata tersebut telah melalui uji standar penilaian tim juri. Desa wisata tersebut nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf, yakni BCA melalui program Desa Mitra Bakti BCA.

Mas Menteri mengapresiasi kearifan lokal Baduy yang menjadi kekuatan dan kekayaan masyarakat untuk membangkitkan sektor pariwisata.

”Ini kearifan lokal. Kita jaga kelestarian budayanya. Baduy ini adalah kekayaan kita. Mari sama-sama kita lestarikan dan kita jadikan ini untuk anak cucu kita. Saya yakin ini adalah bagian dari pada penciptaan lapangan kerja. Target kita 1,1 juta lapangan kerja tahun 2022 dan tahun 2024 sebanyak 4,4 juta lapangan kerja baru,” beber Mas Menteri dalam keterangan, Selasa (18/10).      

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, pemerintahannya sedang berupaya meningkatkan pariwisata menuju visi destinasi wisata nasional berbasis potensi lokal.

Pihaknya berharap dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. ”Kami juga sudah memiliki 12 motif batik yang sudah HKI.

"Dan kami sedang ikhtiar juga dengan branding-nya Kabupaten Lebak. City branding-nya itu Lebak Unik. Dengan kekhasan yang dimiliki,” beber Iti Octavia  

Bicara potensi wisata, desa tersebut memiliki beragam daya tarik. Terutama Suku Baduy yang merupakan masyarakat adat dan sub-etnis dari Suku Sunda di wilayah pedalaman Kecamatan Leuwidamar.

Populasi mereka sekitar 26.000 orang. Mereka merupakan kelompok masyarakat yang menutup diri dari dunia luar. Selain itu, mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk didokumentasikan, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Untuk menuju Desa Saba Baduy, wisatawan membutuhkan waktu sekitar tiga jam 48 menit dengan jarak tempuh 151 km dari Jakarta.

Di sini, pelancong dapat melintasi jembatan yang terbuat dari tumpukan akar pohon karet. Jembatan tersebut berada di atas aliran Sungai Cisemet.

Keberadaan Jembatan Akar tersebut juga menyambungkan dua desa di Baduy Luar yakni Panyelarangan dan Nungkulan,

Sedangkan dari kekayaan seni dan budaya, desa itu memiliki Angklung Buhun. Itu merupakan alat musik tradisional khas masyarakat Suku Baduy yang biasa dimainkan lima pemain atau lebih dengan ciri khas angklung terdapat hiasan batang padi atau rumbai dedaunan dan ditampilkan saat acara adat.

Kemudian ada Calung Renteng yang merupakan instrumen atau alat musik yang berasal dari warisan budaya masyarakat Sunda zaman dahulu berbahan dasar bambu dan merupakan warisan budaya agraris masyarakat Sunda lama. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT