12 October 2022, 11:20 WIB

30 Ribu Guru Ikut Program PembaTIK Untuk Tingkatkan Kompetensi


Faustinus Nua |

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melaporkan hampir 30 ribu guru mengikuti program Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Komputer (PembaTIK) di  2022. Program tersebut memberi kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan kompetensi TIK.

"Tahun 2022 ini sudah hampir 30 ribu guru, tepatnya 29.539 tercatat sebagai peserta program PembaTIK. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi," ujar Sekretaris Jenderal Kemendikbud-Ristek, Suharti dalam webinar yang dikutip Rabu (12/10).

Melalui bimbingan teknis yang disediakan dalam program tersebut, kementerian berharap dapat membangun model pembelajaran yang relevan, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan para peserta serta tuntutan zaman. Hal itu penting untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

"Dengan berkolaborasi kita berharap dapat bergerak bersama untuk melanjutkan upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” imbuhnya.

Suharti menyampaikan, jika PembaTIK dapat diikuti oleh semua guru di berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD, TK, SD SMP, SMA dan SMK mendapat kesempatan untuk meningkatkan kompetensi TIK.

Selain itu, kata dia, PembaTik juga disusun mengikuti klasifikasi UNESCO yang dilaksanakan secara berjenjang yakni Level 1 literasi, level 2 implementasi, level 3 kreasi, dan level 4 masuk kategori berbagi dan berkolaborasi. Dengan mengikuti program ini, Suhati yakin para guru akan terbantu dalam menyusun rencana pembelajaran dan menerapkannya dalam kelas.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud-Ristek, Hasan Chabibie menyampaikan pandemi dalam dua tahun terakhir telah mengajarkan betapa pentingnya peran teknologi. Hal itu tidak bisa dipisahkan, terutama untuk meningkatkan proses belajar mengajar maupun untuk kebutuhan-kebutuhan di administrasi yang lainnya.

“Dengan teknologi yang hadir dalam dua tahun terakhir ini, kita bisa mengambil banyak sekali pelajaran. Penguatan untuk peningkatan literasi sehingga teknologinya bisa kita rasakan manfaatnya itu betul-betul bisa semakin membumi,” terangnya.

Dia menyebut bahwa pihaknya akan mematangkan penggunaan perangkat TIK untuk guru. Hal itu juga didorong lewat adanya Kurikulum Merdeka. "Kurikulum Merdeka yang hadir ini mmemberikan ruang kreativitas satuan pendidikan, kepala sekolah, guru untuk mengoptimalkan sekian perangkat TIK," tambahnya.

Dia berharap pandemi dan optimalisasi perangkat teknologi lewat Kurikulum Merdeka bisa menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Sehingga dibutuhkan adalah kolaborasi dan kerja sama untuk benar-benar mengoptimalkan teknologi. "Teknologi menjadi sarana untuk kita melakukan peningkatan kualitas pendidikan kita ke depan. Mari kita berkolaborasi menumbuhkan ekosistem digital, menumbuhkan Merdeka Belajar," tandasnya.(H-1)

BERITA TERKAIT