10 October 2022, 20:51 WIB

Pantangan Makanan Ibu Hamil agar Anak Tumbuh Sehat


Joan Imanuella Hanna Pangemanan |

SEBAGAI bentuk pemberian gizi yang cukup untuk calon bayi, ibu hamil harus menjaga pola makan. Selain itu, ada beberapa pantangan yang harus diperhatikan ibu hamil. 

Pantangan tersebut dapat berupa makanan atau kebiasaan tertentu yang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan ibu hamil dan calon bayi. Berikut daftar makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil.

Ikan mengandung merkuri

Sebenarnya, hampir semua ikan dan hewan air memiliki kandungan merkuri. Kandungan tersebut biasanya ada di lautan yang berasal dari limbah pencemaran air. 

Contoh ikan yang mengandung merkuri yang tinggi antara lain ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning. Perkembangan otak bayi akan terganggu jika ibu hamil mengonsumsi ikan-ikan dengan kandungan merkuri tersebut.

Sushi atau ikan mentah

Sushi yang berasal dari seafood mentah dapat membahayakan janin karena terkadang masih terdapat cacing parasit dalam dagingnya. Selain itu, proses persiapan sushi yang tidak higienis juga akan membawa bakteri lain untuk tubuh. 

Karena itu, ibu hamil harus menghindari ikan dan kerrang mentah. Ada baiknya jika ibu mengonsumsi udang, ikan, lobster, dan kerang yang dimasak hingga matang sempurna.

Steak setengah matang

Sama seperti sebelumnya, makanan yang tidak matang atau dimasak dengan sempurna tidak dianjurkan dimakan oleh ibu hamil. Daging yang dimasak tidak matang sepenuhnya kemungkinan besar masih mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Masaklah daging hingga matang sempurna agar bayi tetap bisa sehat.

Telur setengah matang

Telur yang belum matang biasanya mengandung bakteri salmonella aktif yang dapat menginfeksi ibu hamil dan calon bayi. Bakteri tersebut akan menyebabkan infeksi salmonella yang dapat berujung ke muntaber atau muntah dan diare. Pada kasus lain yang jarang ditemui, salmonella dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban bahkan keguguran.

Susu mentah

Sama seperti makanan mentah yang lain, susu mentah yang belum dipasteurisasi dapat menyebabkan keracunan karena bakteri di dalamnya. Bakteri yang terdapat dalam susu yang belum dipasteurisasi bisa membahayakan janin di dalam kandungan.

Jeroan berlebihan

Menurut Pregnancy Birth and Baby, jeroan yang mengandung banyak vitamin A dapat membahayakan janin.

Kafein berlebihan

Kafein dapat menembus plasenta hingga membuat gangguan pada detak jantung bayi. 

Alkohol

Dengan minum minuman beralkohol, ibu hamil memiliki risiko keguguran dan bayi lahir mati yang lebih besar. Bahkan kandungan alkohol yang sedikit dapat membuat fetal alcohol syndrome atau sindrom yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan.

Herbal

Berdasarkan American Pregnancy Association, herbal seperti phedra atau efedrina, dong quai, rosemary, dan chamomile tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil. Salah satu herbal yaitu dong quai bisa menimbulkan efek stimulan rahim yang dapat menimbulkan kontraksi. 

Makanan cepat saji

Makanan cepat saji mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, ukuran janin terlalu besar (makrosomia).

Mayonaise

Salah satu komposisi dari mayonaise adalah telur dan kebanyakan yang dipakai adalah telur mentah. Seperti pembahasan poin sebelumnya, bakteri dalam telur memiliki dampak buruk untuk ibu hamil. (OL-14)

BERITA TERKAIT