06 October 2022, 18:45 WIB

Panitia R20 Sambut Baik Presiden Dukung R20 Jadi Engagement G20


Henri Siagian |

R20 secara resmi telah menjadi bagian dari forum G20 sebagai engagement group. Hal ini disambut baik pemerintah Indonesia sebagai pemegang presidensi G20.

“Alhamdulillah Presiden sangat menyambut baik. Khusus untuk R20, Presiden sudah memastikan akan hadir memberikan arahan dan membuka secara resmi forum R20,” tutur Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Istana Negara setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (22/9).

Forum Religion of Twenty (R20) merupakan forum pertemuan tokoh-tokoh agama dunia. Forum ini diinisiasi oleh Gus Yahya dan diketuai secara bersama dengan Sekjen Liga Muslim Dunia Dr Mohammad Al-Issa dari Arab Saudi.

Dalam kesempatan berbeda, respons positif dari pemerintah juga ditegaskan oleh panitia pelaksana R20 Ubaedillah. Forum yang diselenggarakan secara bersama oleh PBNU dan Liga Muslim Dunia itu juga akan menjadi bagian penting dalam presidensi G20 Indonesia.

Baca juga: Ketum PBNU: R20 Akan Jadi Rekognisi Persoalan Sosial yang Dipicu Agama

“Inisiasi Gus Yahya ini perlu menjadi catatan sejarah dalam perjalanan G20. Akhirnya menjadi diterima Presiden. Saya pikir respons Presiden begitu baik. Beliau mendukung R20 menjadi engagement dalam perhelatan G20, menjadi even penting dalam G20,” kata Ubaedillah dalam keterangan yang diterima Kamis (6/10)..

Ubaedillah menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia juga mendukung kegiatan ini dengan baik. Sebab, bagaimanapun, kelancaran dan kesuksesan R20 merupakan bagian dari kesuksesan penyelenggaraan G20.

“Karena memang R20 bagian penting dari G20, suksesnya R20 merupakan sukses Republik Indonesia sebagai Presidensi G20. Pemerintah luar biasa memberikan support apalagi yang hadir ini tokoh-tokoh agama yang juga penting,” katanya.

Apalagi sebagian besar para pembicara, pimpinan agama, dan tokoh agama yang berpartisipasi berasal dari anggota G20. Karenanya, forum R20 merupakan perhelatan yang penting bagi Indonesia, pemegang presidensi G20 sekaligus negara dengan populasi Muslim terbesar

Baca juga: Gus Yahya Minta Presiden Buka Gelaran R20

Ubaedillah juga menyampaikan bahwa kehadiran tokoh-tokoh agama terkemuka membuat penyediaan fasilitas dan keamanan sekelas tamu negara. “Segala yang berkaitan fasilitas dan keamanan juga kelasnya bukan kelas kecil-kecilan, fasilitas dan keamanan sama dengan menyambut tamu kenegaraan. Sukses R20 merupakan bagian daripada sukses presidensi G20,” ujarnya.

Isu Agama tak Lagi di Pinggiran

R20 diinisiasi Gus Yahya untuk menegaskan bahwa agama memiliki peranan penting sebagai solusi atas berbagai macam problem dunia. Agama bukanlah hal pinggiran yang hanya menjadi legitimasi atau stempel saja. Lebih dari itu, agama juga memiliki pengaruh dalam dunia politik hingga ekonomi.

“Agama tidak hanya menjadi legitimasi bagi program-program pembangunan. Sudah saatnya agama tidak dipinggirkan atau sekadar jadi stempel tetapi bagaimana agama, nilai-nilai keadilan, dan kemanusiaan bisa berperan ataupun memengaruhi kebijakan politik, ekonomi,” katanya

Baca juga: Gus Yahya Imbau Ponpes Tingkatkan Pengawasan terhadap Santri

Dalam dialog di Forum Merdeka Barat 9 pada Jumat (30/9/2022), Gus Yahya juga menyampaikan bahwa R20 akan menghadirkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid untuk menyampaikan peranan nilai-nilai agama dalam perekonomian di Indonesia.

Forum R20 ini akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 2-3 November 2022. Para peserta juga akan diajak untuk melihat secara langsung praktik hidup berdampingan secara damai di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 4-6 November 2022.  (X-15)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT