04 October 2022, 12:08 WIB

Peserta dari 32 Hotel Semarakkan IHGMA Sport Day 2022


Dede Susianti |

IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) Sport Day, kembali digelar. Kegiatan yang diselenggarakan IHGMA Chapter Bogor Raya itu berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Senin, 3 hingga Rabu, 5 Oktober mendatang di Lapangan Cimahpar, Kota Bogor. Sport Day yang ke-3 ini diikuti sebanyak 32 hotel se-Bogor Raya.

Ketua IHGMA Bogor Raya, Sri Endah  yang juga merupakan General Manager Fave Hotel Padjajaran  Bogor, memgatakan, ada beberapa hal yang ingin dicapai melalui IHGMA Sport Day 2022.

Selain menjalin silaturahmi antar para pelaku pariwisata yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor, juga meningkatkan sportivitas.
Karena menurutnya, untuk membangun pariwisata dibutuhkan kerjasama dan sinergi diantara seluruh para pelaku pariwisata.

"Tentunya juga menumbuhkan budaya sehat dan olah raga diantara para pelaku pariwisata," katanya.

Ketua IHGMA Sport Day, Fachrul yang juga merupakan General Manager Hotel Salak The Heritage Bogor menjelaskan, di kegiatan IHGMA Sport Day kali ke- 3 ini dipertandingkan beberapa cabang olah raga diantaranya futsal, badminton dan tenis meja.

“Tahun lalu di 2019, kami hanya menyelenggarakan 2 cabang olah raga yaitu futsal dan badminton. Namun melihat antusias tahun lalu dan masukan dari beberapa anggota, maka tahun ini kami memutuskan menambah cabang tenis meja,"katanya.

Okupansi Meningkat

Yuno Abeta Lahay, Ketua PHRI (perhimpunan hotel dan restoran Indonesia) Kota Bogor mengatakan, PHRI selalu mengapresiasi kebersamaan yang selalu dilakukan IHGMA.

Dia menyebut, IHGMA Sport Day merupakan ajang pembuktian kekompakan tim hotel. Lalu juga ajang persaudaraan antar hotel.

"Saya hanya menyampaikan saja, taglinenya sudah jelas bahwa ini harus fair play dan sportif. Ajang kekompakan ini harus dibina, ini merupakan refreshing, meskipun hotel saat ini lagi ramai-ramainya," ungkapnya.

Saat membuka acara, Yuno menyampaikan kabar gembira terkait kondisi dunia peehotelan di Kota Bogor yang sudah bangkit. Sesuai laporan dari PHRI Jawa Barat dan PHRI pusat, Kota Bogor okupansinya (tingkat hunian) tertinggi se-Jabar beeturut-turut selama 3 bulan terakhir.

"Hari Sabtu lalu, city okupansi kita 97,11 persen. Kota lain meskipun weekand paling tinggi 71 persen, seperti Bandung. Apa lagi kota yang lain. Kita tetap jaga kualitas itu. Semoga industri ini tetap maju dan teman-teman mendapatkan berkah dari ini semua," pungkasnya.

Kabar gembira itu pun disambut meriah. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Atep Budiman, kegiatan yang digelar IHGMA merupakan kebangkitan pascapandemi Covid-19.

Dia menyebut selama 2 tahun kegiatan serupa yang rutin dilakukan oleh IHGMA dan PHRI juga sempat terhenti. Bahkan selama pandemi, lanjutnya, banyak para karyawan dari industri hotel juga yang dirumahkan.

"Hari ini demgan jumlah peserta yang banyak, Kota Bogor sudah bangkit kembali pariwisata dan industri peehotelannya.Mudah-mudahan ke depan terus membaik. City okupansi kita juga leading se-Jabar, bahkan mungkin nasional. Ini berkat kerja bersama".

"Mudah-mudahan akan semakin menambah sehat jasmani dan rohani dan sehat urusan keuangnya, sehingga kontribusi lebih banyak lagi untuk dinas pariwisata dan khususnya Kota Bogor," tutupnya.(DD/OL-09)

BERITA TERKAIT