30 September 2022, 16:41 WIB

Efek Samping Vaksin Indovac dan AWcorna Hanya Pegal dan Nyeri Otot


M. Iqbal Al Machmudi |

DUA vaksin covid-19 yang baru mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA), yakni vaksin Indovac dan AWcorna, memiliki efek samping yang terbilang ringan. Dalam hal ini, hanya sebatas pegal dan nyeri otot (mylagia).

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan vaksin Indovac akan digunakan dalam vaksinasi primer, yang diberikan dalam 2 dosis suntikan (25 g/dosis) dengan interval 28 hari. Efek samping atau adverse events (AEs) dalam uji klinik Vaksin Indovac dilaporkan umumnya bersifat ringan.

"Efek samping yang paling sering dilaporkan umumnya ringan dan palng sering dilaporkan adalah nyeri lokal 13% dan nyeri otot. Kemunculannya sebanding dengan efek samping pada penggunaan vaksin rekombinan protein subunit pembanding yang sudah lebih dulu mendapatkan EUA," jelasnya, Jumat (30/9).

Adapun efikasi Vaksin Indovac mengacu pada hasil uji imuno bridging pada uji klinik fase 3. Hal itu menunjukkan antibodi netralisasi Vaksin yang non-inferior dengan vaksin protein subunit pembanding.

Baca juga: Badan POM Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Indovac dan AWCorna

Vaksin Indovac dengan kandungan zat aktif rekombinan Receptor-Binding Domain (RBD) protein S virus SARS-Cov-2, merupakan vaksin covid-19 yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA.

Vaksin tersebut menjadi vaksin covid-19 pertama yang diproduksi secara lokal di dalam negeri. Mulai dari proses hulu hingga tahap hilir.

"BPOM lebih dulu melakukan evaluasi terhadap aspek khasiat, keamanan dan mutu Vaksin Indovac. Mengacu pada standar evaluasi vaksin covid-19 yang berlaku secara internasional, serta evaluasi terhadap pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)," imbuh Penny.

Dengan pertimbangan terhadap aspek keamanan, efikasi/imunogenisitas, mutu, dan pemenuhan CPOB, maka BPOM telah menyetujui penerbitan EUA Vaksin Indovac dengan indikasi sebagai imunisasi aktif untuk pencegahan covid-19 yang disebabkan oleh SARS CoV-2 pada individu berusia 18 tahun ke atas.

"Atas nama PT Bio Farma adalah alternatif vaksin yang dengan proses mulai dari hulu sampai ke hilirnya akan diproduksi di dalam negeri. Digunakan penduduk dewasa usia 18 tahun ke atas sebagai vaksinasi primer," paparnya.

Sementara, gejala efek samping vaksin AWcorna yang paling sering dilaporkan adalah demam, nyeri pada tempat penyuntikan, kelelahan (fatigue), nyeri otot, sakit kepala, meriang (chills), bengkak, hingga rasa gatal (pruritus).

Baca juga: Ayo Kenali Gejala Serangan Jantung Agar Penanganannya Tepat

Dari hasil uji klinik, efikasi Vaksin AWcorna terhadap wild type (virus COVID-19 yang belum bermutasi) sebesar 83,58%, sementara efikasi Vaksin AWcorna terhadap varian Omicron sebesar 71,17% dalam mencegah kasus covid-19 sedang (moderate).

"Keamanan vaksin AWcorna secara umum dapat ditoleransi dengan baik dan efek samping yang dilaporkan berisifat ringan," ujarnya.

Vaksin AWcorna merupakan vaksin covid-19 dengan platform mRNA, yang didaftarkan oleh PT Etana Biotechnologies Indonesia dan dikembangkan oleh Abogen-Yuxi Walvax, perusahaan asal Tiongkok.

Hal penting yang perlu diperhatikan, terutama pihak distributor dan fasilitas pelayanan kesehatan, yakni proses penyimpanan Vaksin AWcorna. Meski termasuk vaksin platform mRNA, namun vaksin ini dapat disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius.

Adapun Vaksin AWcorna disetujui mendapatkan EUA untuk indikasi pencegahan infeksi virus SARS CoV-2 pada individu usia 18 tahun ke atas. Dosis sebagai vaksinasi primer adalah 15 gram/dosis yang diberikan dalam 2 dosis suntikan dengan interval 28 hari.(OL-11)

BERITA TERKAIT