30 September 2022, 11:30 WIB

Latihan Beban Turunkan Risiko Kematian Dini


Meilani Teniwut |

ORANG dewasa ternyata mendapatkan manfaat dari berolahraga secara rutin, termasuk melakukan aerobik dan latihan beban. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian terbaru.

Latihan beban secara rutin dilaporkan menurunkan risiko kematian dini. Karenanya, memastikan latihan beban menjadi bagian dari rutinitas olaharga Anda akan memiliki efek menguntungkan yang lebih besar. Hal itu terungkap dalam penelitian yang diterbitkan di Birtish Journal of Sports Medicine.

Orang dewasa didesak untuk mengambil bagian dalam setidaknya 150 menit aktivitas berintensitas sedang seminggu atau 75 menit aktivitas dengan intensitas tinggi.

Baca juga: Mikha Tambayong Jadikan Olahraga Bagian dari Me Time

Selain itu, mereka didorong untuk melakukan aktivitas penguatan yang melatih kaki, pinggul, punggung, perut, dada, bahu, dan lengan, minimal dua hari dalam seminggu.

Sementara latihan aerobik secara konsisten dikaitkan dengan risiko kematian dini yang lebih rendah, sampai sekarang tidak jelas apakah berolahraga dengan beban mungkin memiliki efek yang sama.

Dalam upaya menutup kesenjangan pengetahuan itu, para peneliti mulai mengevaluasi dampak potensial dari latihan beban dan aktivitas aerobik pada risiko kematian dini di antara orang dewasa.

Para peneliti yang dipimpin para akademisi di Institut Kanker Nasional Amerika Serikat (AS) di Rockville, Maryland memeriksa data dari hampir 100.000 orang dewasa yang ambil bagian dalam studi penyaringan di 'Negeri Paman Sam' itu.

Peserta, yang rata-rata berusia 71 tahun, memberikan informasi tentang aktivitas latihan beban mereka dan latihan lain yang mereka ikuti.

Sekitar 23% melaporkan aktivitas latihan beban dan 16% melaporkan latihan beban setidaknya satu hingga enam kali seminggu.

Para peneliti menganggap hampir sepertiga (32%) "cukup aktif", dengan 24% memenuhi pedoman aktivitas aerobik dan 8% melebihinya.

Selama masa tindak lanjut dalam tempo 9,6 tahun, ada 28.477 kematian.

Studi ini menemukan bahwa orang dewasa yang dilaporkan melakukan latihan beban memiliki 9% lebih rendah "risiko kematian karena semua penyebab". 

Pengamatan serupa dilakukan untuk kematian akibat penyakit jantung tetapi tidak ada hubungan yang ditemukan antara latihan beban dan kematian akibat kanker.

Mereka yang melakukan latihan beban "biasa" ditemukan memiliki risiko kematian 14% lebih rendah. Mereka yang memenuhi tingkat aktivitas aerobik memiliki risiko kematian dini 32% lebih rendah.

Orang dewasa yang dilaporkan memenuhi pedoman aktivitas aerobik dan latihan beban setidaknya satu atau dua kali setiap minggu ditemukan memiliki risiko kematian dini 41% hingga 47% lebih rendah.

Studi hanya fokus pada beban, tetapi ada jenis latihan penguatan otot lainnya, kata para peneliti, seperti push-up (press-up), squat, pilates, tuck jump dan burpees.

Menggunakan beban dapat membuat tubuh lebih ramping: massa tanpa lemak total secara independen dikaitkan dengan risiko kematian dini yang lebih rendah, kata para peneliti. Dan jika dilakukan di gym, itu juga bisa sangat ramah – faktor lain yang terkait dengan hidup yang lebih lama dan lebih sehat.

“Temuan kami bahwa risiko kematian tampaknya paling rendah bagi mereka yang berpartisipasi dalam kedua jenis olahraga memberikan dukungan kuat untuk rekomendasi saat ini untuk terlibat dalam aktivitas aerobik dan penguatan otot,” tulis para penulis. 

“Orang dewasa yang lebih tua mungkin akan mendapat manfaat dari menambahkan latihan angkat besi ke rutinitas aktivitas fisik mereka,” pungkas peneliti. (OL-1)

BERITA TERKAIT