27 September 2022, 20:30 WIB

Pasangan Aksara Jawa dan Cara Menulis


Joan Imanuella Hanna Pangemanan |

DALAM peninggalan sejarah yang ada di museum maupun tempat-tempat bersejarah lain, pasti ada yang menggunakan aksara Jawa dalam penulisannya. Dalam penulisannya, ada tata cara dan aturan penulisan yang harus ditaati.

Dalam aksara jawa terdapat istilah simbol pasangan. Pasangan ialah simbol yang digunakan untuk mematikan atau menghilangkan huruf vokal dari aksara carakan atau dasar. 

Setiap carakan atau kata dasar memiliki pasangan yang tidak sama. Dalam aksara jawa terdapat 20 suku kata (Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga). Karenanya, terdapat juga 20 jenis pasangan.

Tujuan penggunaan pasangan aksara Jawa

Simbol pasangan dalam susunan kalimat aksara jawa digunakan untuk menulis huruf mati yang berasal dari suku kata carakan atau dasar seperti H, N, C, R, K, D, T, S, L, P, Dh, J, Y, dan seterusnya. Selain itu, aksara tersebut dapat menghubungkan dua suku kata tertutup.

Contoh penggunaan aksara Jawa

a. Ha: Aturan penulisan aksara tersebut diletakkan di belakang dan sejajar dengan aksara dasar yang dimatikan.

Contoh: Wis A

b. Na: Posisinya berada di bawah serta harus disambungkan dengan aksara carakan sebelumnya yang hendak dihilangkan huruf vokalnya.

Contoh: Ngocek N

c. Ca: Posisi simbol Ca berada tepat di bawah aksara carakan sebelumnya yang hendak dimatikan.

Contoh: Anak C

d. Ra: Posisinya berada di bawah aksara carakan yang akan dibuat menjadi konsonan.

Contoh: Mangan R

e. Ka: Posisinya diletakkan di bagian bawah aksara sebelumnya yang akan dimatikan dan disambungkan dengan kata selanjutnya.

Contoh: Anak K

f. Da: Aksara Da diletakkan di bagian bawah kata sebelumnya.

Contoh: Nonton D

g. Ta: Simbol Ta diletakkan di bagian bawah aksara carakan yang hendak dibuat konsonan.

Contoh: Sint

h. Sa: Posisi aksara ini berada di belakang atau sejajar dengan aksara carakan sebelumnya.

Contoh: Anak S

i. Wa: Posisi Wa berada tepat di bagian bawah aksara carakan yang hendak dibuat mati atau dihilangkan huruf vokalnya.

j. La: Simbol La diletakkan tepat di bawah aksara carakan sebelumnya yang hendak dihilangkan huruf vokal.

Contoh: Solo

k. Pa: Posisi Pa letaknya berada sejajar dan tepat di belakang aksara carakan.

Contoh: Cedhak P

l. Da: Posisi Da berada tepat di bagian bawah aksara carakan yang hendak dibuat mati dan akan disambungkan dengan kata berikutnya.

Contoh: Mundhu

m. Ja: Posisinya diletakkan tepat di bawah aksara dasar yang akan dimatikan.

Contoh: Mlinjo

n. Ya: Berada tepat di bawah aksara sebelumnya yang hendak dimatikan menjadi konsonan.

Contoh: anak Yatim

o. Nya: Posisinya berada di belakang sejajar serta harus disambungkan dengan aksara carakan sebelumnya.

Contoh: Wignya

p. Ma: Posisinya diletakkan tepat di bawah aksara dasar yang akan dimatikan.

Contoh: Manuk Ka

q. Ga: Posisi Ga berada tepat di bawah aksara carakan yang akan dibuat menjadi konsonan.

Contoh: Sikil Ga

r. Ba: Posisinya berada di bawah aksara carakan sebelumnya.

Contoh: Sikil Ba

s. Tha: Secara bentuk memang hampir mirip dengan Dha. Perbedaannya terdapat bulatan di bagian tengah. Dari segi aturan penulisan sama, yakni diletakkan di bawah aksara sebelumnya.

Contoh: Dodol Thi

t. Nga: Posisinya berada di bawah aksara carakan sebelumnya.

Contoh: Sinten Nga (OL-14)

BERITA TERKAIT