27 September 2022, 19:21 WIB

Pemerintah Harapkan Kolaborasi Masyarakat Dukung Transisi Energi


Widhoroso |

PEMERINTAH melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengharapkan peran serta kolaborasi seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung program transisi energi.

"Gaya hidup masyarakat juga diharapkan turut mendukung transisi energi, mulai dari mengurangi plastik sekali pakai sampai penggunaan transportasi massal atau kendaraan listrik," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat
Kaimuddin dalam Global Future Fellows (GFF) di Bali, Selasa (27/9).

Global Future Fellows (GFF) diinisiasi oleh Pijar Foundation dalam rangka mendorong upaya transisi energi di Indonesia. Mengangkat tema 'Safeguarding Indonesia: Energy Transition', GFF memberikan ruang pertukaran pengetahuan di antara 36 profesional Indonesia dari sektor publik, privat, dan komunitas masyarakat tentang area-area sinergis, strategis serta konsolidatif ke dalam rencana aksi bersama. 

Rachmat mengatakan pemerintah terus mendorong transisi energi melalui pemanfaatan energi bersih, seiring dengan target penurunan emisi maupun Net Zero Emission (netralitas karbon) yang ditargetkan tercapai pada 2060. Menurut dia, pemerintah berupaya mengakselerasi transisi energi salah satunya dengan peningkatan penggunaan kendaraan listrik di semua sektor.

Selain insentif pajak, pemerintah juga akan mengupayakan agar harga kendaraan listrik menjadi lebih kompetitif sehingga dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. "Market itu tumbuh kalau demand-nya ada," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Indra Darmawan menyampaikan pemerintah terus mengupayakan agar program transisi energi mendapatkan porsi pendanaan yang memadai. "Ada gap pembiayaan hingga Rp250 triliun per tahun, setidaknya sampai dengan 2030 untuk biaya peralihan menuju energi bersih. Itu harus dicari sumber pendanaan lainnya," kata Indra.

Ia mengatakan penggunaan energi harus terus diupayakan untuk beralih dari energi fosil menjadi energi bersih dan ramah lingkungan. Adapun sumber pembiayaan yang dilakukan untuk pendanaan transisi energi diantaranya penerbitan sukuk atau green bonds, blended finance,
serta kolaborasi bersama lembaga internasional.

Selain itu Indonesia juga mengenalkan Energy Transitions Mechanism (ETM) bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) untuk mencari pendanaan atau mencari investor atas pembiayaan transisi energi di Tanah Air. "ETM ini melakukan pensiun dini batu bara, sesuai rencana jangka panjang menuju Net Zero Emission. Itulah upaya-upaya untuk menutup gap, kita harus berinovasi dan berkolaborasi," katanya.
  
Sementara itu, Direktur GFF Cazadira F. Tamzil memaparkan bahwa para GFFellows atau penerima fellowship hingga Jumat (30/9) akan terlibat dalam diskusi dan secara bersama-sama akan membuat Rencana Aksi Bersama (Action Roadmap). 

"Nantinya, dokumen yang dihasilkan para Fellows akan dipresentasikan di hadapan pengambil kebijakan kunci di Jakarta saat penutupan GFF 2022 Oktober mendatang. Kami berharap dokumen ini dapat menjadi panduan praktis yang dapat mempromosikan arah bersama untuk transisi energi di Indonesia,” ujar Cazadira. (Ant/OL-15)

BERITA TERKAIT