27 September 2022, 18:53 WIB

Vaksin Meningitis Kosong, Badan POM Bantah Hambat Izin Edar


M. Iqbal Al Machmudi |

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) membantah kabar kosongnya stok vaksin meningitis karena menghambat proses izin edar.

Hal itu ditegaskan Kepala Badan POM Penny K Lukito. Menurutnya, izin edar untuk vaksin meningitis sudah keluar. Namun, ada permasalahan akses atau impor terhadap vaksin tersebut.

Diketahui, permintaan vaksin meningitis tergolong tinggi. Akan tetapi, perusahaan farmasi penyedia tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Adapun impor vaksin meningitis dilakukan oleh PT Mersifarma TM yakni Vaksin Formening dan PT Bio Farma yakni Vaksin Menivax ACYW.

Baca juga: Stok Vaksin Meningitis Kosong

"Industri farmasi pemilik nomor izin edar vaksin, tidak bisa memenuhi kebutuhan importasi dengan jumlah yang sesuai," jelas Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Jakarta Pusat, Selasa (27/9).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa PT Bio Farma sudah mendapatkan izin edar untuk vaksin meningitis sejak Agustus 2022. Bahkan, BPOM sudah mengeluarkan surat izin keterangan impor. Mengingat, sudah ada izin impor, PT Bio Farma dapat melakukan impor dari Tiongkok.

"Berdasarkan komunikasi dengan Bio Farma, mereka tidak siap dengan tingginya permintaan vaksin meningitis. Paling gampang memang mengkambinghitamkan Badan POM," imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Memberlakukan Sejumlah Kebijakan Baru untuk Umrah 1444 H

PT Bio Farma disebutnya berkomitmen untuk melakukan impor secara bertahap dari Oktober 2022 hingga Januari 2023. Lalu, PT Mersifarma sudah mendapatkan izin edar, namun terdapat kendala akses impor.

Sebab, ada temuan GMP (good manufacturing practice) oleh otoritas setempat, sehingga diperkirakan baru bisa impor pada 2023. Untuk vaksin lainnya, yakni PT Glaxo Smith Kline, izin edarnya pun sudah diberikan, namun produknya sudah tidak beredar. 

Kemudian, vaksin dari PT Aventis Pharma terakhir impor pada Juli 2022 sebanyak 6.600 boks. Dengan begitu, stok vaksin meningitis tersisa sebanyak 66 vial. "Pihak Aventis akan mendatangkan stok 5.400 vial pada akhir Oktober tahun ini," kata Penny.(OL-11)

BERITA TERKAIT