23 September 2022, 20:05 WIB

Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Selama Sepekan


Kristiadi |

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan ke depan. Keputusan itu diambil setelah beberapa wilayah di Kabupaten Garut dilanda bencana hidrometeorologi.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman saat meninjau daerah terdampak banjir bandang di Pameungpeuk, Jumat. (23/9). Kita menetapkan masa tanggapa darurat selama sepekan untuk pengananan dampak bencana. Mudah-mudahan dalam tujuh hari penanganan yang dilakukan bisa selesai," ujarnya.

Ia mengatakan banjir bandang di Pameungpeuk kali ini lebih besar dibandingkan kejadian serupa pada 2020. Dalam bencana kali ini, puluhan rumah terkena dampak dan ratusan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, jelasnya.

Selain banjir bandang di Pameungpeuk, bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor terjadi di Kampung Cibitung, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompet. Peristiwa yang terjadi, Kamis (22/9) tersebut menyebabkan satu orang warga meninggal dan seorang lainnya luka.

Korban tewas bernama Iyom, 64 sedangkan korban luka bernama Pardi, 70. Pasangan suami istri itu tertimbun tanah longsor yang menimpa rumah mereka.

Sedangkan di Kecamatan Cisompet, hujan deras menyebabkan tanah longsor yang telah menyebabkan rumah dan sekolah terdampak. "Petugas gabungan  TNI, polisi, BPBD, Tagana, PMI dibantu warga sudah mulai melakukan pembersihan. Mudah-mudahan dalam dua hari sudah dibersihkan sarana-sarana umum lain yang terdampak," jelasnya.

Lebih jauh, Helmi mengatakan hujan deras menyebabkan Sungai Cikaengan meluap hingga merobohkan sebuah jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Kecamatan Bojonggambir dan Kecamatan Singajaya. (OL-15)

BERITA TERKAIT