22 September 2022, 20:52 WIB

Tafsir Ayat Berlaku Adillah karena Adil Lebih Dekat dengan Takwa


Mediaindonesia.com |

PADA Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 8, Allah subhanahu wa taala memerintahkan manusia, khususnya orang-orang beriman, untuk senantiasa menegakkan kebenaran dengan menjadi saksi yang adil meskipun kepada kelompok kawanannya yang berbuat salah. Karenanya, Allah SWT murka kepada orang-orang yang tidak berbuat adil kepada suatu kelompok yang dibenci mereka.

Berikut Surat Al-Ma'idah ayat 8 dan sejumlah paparan para ahli tafsir.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan.

Tafsir Quraish Shihab

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah dan melaksanakan persaksian di antara manusia dengan benar. Janganlah kebencian kalian yang sangat kepada suatu kaum membawa kalian bersikap tidak adil kepada mereka. Tetaplah berlaku adil, karena keadilan merupakan jalan terdekat menuju ketakwaan kepada Allah dan menjauhi kemurkaan-Nya. Takutlah kalian kepada Allah dalam setiap urusan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui semua yang kalian perbuat dan Dia akan memberi balasan yang setimpal. 

Islam telah menyeru umat manusia untuk selalu konsisten dengan keadilan, baik dengan penguasa maupun musuh. Karenanya, tindakan yang tidak benar kalau kebencian mengakibatkan perlakuan tidak adil. Hal itu diterapkan pada hubungan antarindividu dan hubungan antarinstitusi atau negara. Bersikap adil terhadap musuh diterangkan oleh Al-Qur'an secara sangat jelas sebagai sikap yang mendekatkan diri kepada takwa. Seandainya prinsip keadilan itu diterapkan dalam hukum internasional, tidak akan ada peperangan. Kalau setiap agama punya ciri khas tersendiri, ciri khas Islam ialah konsep tauhid dan keadilan.

Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Ayat selanjutnya memberikan tuntunan agar umat Islam berlaku adil, tidak hanya kepada sesama umat Islam, tetapi juga kepada siapa saja walaupun kepada orang-orang yang tidak disukai. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu sebagai penegak keadilan, yakni orang yang selalu dan bersungguh-sungguh menegakkan kebenaran karena Allah. Ketika kalian menjadi saksi, bersaksilah dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, yakni kepada orang-orang kafir dan kepada siapa pun mendorong kamu untuk berlaku tidak adil terhadap mereka. Berlaku adillah kepada siapa pun, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.

Dan bertakwalah kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Sungguh Allah mahateliti maha mengetahui yang kamu kerjakan, baik yang kamu lahirkan maupun yang kamu sembunyikan. Pada ayat ini Allah menjanjikan pahala bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dengan ucapan yang sesuai dengan isi hati mereka dan membuktikannya dengan beramal saleh bahwa mereka akan mendapat ampunan atas dosa-dosa mereka dan pahala yang besar berupa surga.

Tafsir Al-Wajiz 

Syekh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fikih dan tafsir negeri Suriah.

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran sebagaimana yang kalian janjikan kepada Allah seraya mengagungkan dan ikhlas hanya karena Allah. Dan jadilah saksi dengan penuh kadilan tanpa bermaksud menguntungkan seseorang.

Baca juga: Tafsir Ayat Membunuh Seorang Manusia seperti Membunuh Seluruh Manusia

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil dan menyembunyikan persaksian yang bermanfaat untuk mereka. Berlaku adillah kepada siapapun, karena adil itu lebih dekat kepada takwa Allah atau karena takut kepada neraka. Dan bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan syariat-Nya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan dan Maha Memberi Balasan atas itu.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir 

Syekh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah.

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوّٰمِينَ لِلَّـهِ 

(Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah)

Tafsir dari potongan ayat ini telah disebutkan dalam surat an-Nisa: 135.

قَوّٰمِينَ (selalu menegakkan (kebenaran)

Kata ini menunjukkan bahwa mereka diperintahkan untuk menegakkan kebenaran dengan sebenar-benarnya.
  
لِلَّـهِ (karena Allah)

Dengan mengharap pahala dari-Nya dan takut dari siksaannya.

Dan makna (القسط) yakni keadilan.

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ (Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum)

Yakni janganlah kebencian terhadap suatu kaum membawa kalian untuk tidak berbuat adil kepada mereka dan menyembunyikan persaksian yang menguntungkan mereka.

هُوَ ((karena itu)

Yakni keadilan itu.

أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ (lebih dekat kepada takwa)

Yakni ketaatan yang diperintahkan kepada kalian berkali-kali.

Yakni lebih dekat untuk kalian taat kepada Allah atau menjauhi neraka. (OL-14)

BERITA TERKAIT