22 September 2022, 20:15 WIB

PT Biotis Harapkan Segera Mendapatkan Izin EUA dari Badan POM


M. Iqbal Al Machmudi |

PRODUSEN vaksin Merah Putih (Inavac) PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dan Universitas Airlangga (Unair) berharap Badan POM segera menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin covid-19 produksi dalam negeri tersebut.

"Tim Peneliti Uji Klinik INAVAC tengah mempersiapkan interim report sebagai dasar penilaian Badan POM untuk menerbitkan EUA. Mudah-mudahan dalam waktu dekat," kata Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman saat dihubungi, Kamis (22/9).

Setelah mendapatkan izin EUA dari Badan POM pihaknya akan menyiapkan 10 juta vaksin sesuai kebutuhan dalam negeri dan jika sudah maka PT Biotis akan mencoba mendapatkan Emergency use listing (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca jugaJejak Penyebaran Islam di Marunda

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempersiapkan strategi akselerasi 100 juta dosis vaksin booster covid-19 salah satunya mengandalkan vaksin dalam negeri yakni vaksin Inavac dan Indovac dari PT Bio Farma (Persero).

"EUL diperlukan apabila ingin menjual vaksin ke luar negeri saat ini menunggu EUA dari Badan POM dulu," ujarnya.

FX Sudirman mengatakan pihaknya sudah siap memproduksi 10 juta dosis hingga akhir tahun ini.

"Kami siap untuk (program) itu, hingga akhir tahun nanti produksi vaksin Inavac bisa 10 juta dosis," ucapnya.

"Kalau alokasi pemerintah 100 juta dosis, maka kami harapkan bisa kontribusi 40-50 juta dosis, berbagi dengan Indovac," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT