22 September 2022, 10:49 WIB

Hadiri Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi, Wapres: Agama Konghucu Banyak Ajarkan Akhlak Mulia


Kautsar Widya Prabowo |

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut Agama Konghucu banyak mengajarkan tentang pembentukan akhlak mulia, seperti menuntun manusia untuk memiliki budi perkerti, rasa kemanusiaan, dan kebaikan di dalam diri.

"Dalam ajaran Agama Islam yang saya imani, memiliki akhlak mulia atau akhlakul karimah juga merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam karena akhlak yang mulia menjadi cerminan ketakwaan kepada Allah," kata Ma'ruf saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Kelahiran Nabi Agung Kongzi (Konghucu) ke-2573 yang diadakan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), di Pontianak Convention Center, Kalimantan Barat, Kamis (22/9).

Ma'ruf menekankan nilai-nilai yang diajarkan oleh setiap agama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. 

Baca juga: Wapres Ungkap Reformasi Polri Harus Dimulai dari Proses Rekrutmen

Oleh karenanya, ia menyakini semua agama di Indonesia mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang terpuji bagi sesama manusia dan lingkungan.

"Nilai tentang toleransi dan moderasi untuk memperkuat jalinan tali persaudaraan sebagai sumber kekuatan bagi bangsa agar sanggup melewati berbagai tantangan dan ancaman," terangnya.

Selain itu, ia menjelaskan keberhasilan Bangsa Indonesia dalam mengelola keberagaman mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari negara lain. Indeks kerukuman umat beragama di Indonesia pada 2021 juga mencatat skor yang tinggi dengan tiga indikator yaitu toleransi, kerja sama dan kerukunan.

"Maka, kerukunan dan persatuan dalam keberagaman harus terus kita rawat, jangan sampai terpecah," pintanya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Budi Santoso Tanuwibowo, dan lainnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT