22 September 2022, 10:35 WIB

IDI Ungkap Kriteria Penerima Vaksin Cacar Monyet


Mesakh Ananta Dachi |

SATGAS Cacar Monyet Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan penerimaan vaksin cacar monyet tidak akan diberikan kepada semua orang, namun hanya kepada 3 kelompok prioritas atau berisiko tinggi terpapar virus cacar monyet.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Satgas Cacar Monyet IDI dr. Hanny Nilasari dalam webinar, Rabu (21/9).

“Dari satgas merekomendasikan pemberian vaksin tidak kepada seluruh masyarakat, artinya, pasien, keluarga yang berkontak erat, dan nakes menjadi kelompok dengan risiko tinggi terkena cacar monyet. Jadi, vaksinasi fokus ke kelompok ini saja dulu,” ujar dr. Hanny.

Lebih lanjut, Hanny juga mengungkapkanmekanisme pembagian vaksin nantinya akan dilakukan dengan sistem desentralisasi.

“Penyediaan vaksin sebaiknya di desentralisasi di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang ditunjuk dengan alur permintaan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kemenkes,” tuturnya.

Hanny juga mengungkapkan untuk vaksin yang akan digunakan di Indonesia adalah vaksin Modified Vaccinia Ankaria-Bavarian Nodic (MVA-BN) generasi ke - 3 yang berasal dari Denmark.

Baca juga:  IDI Minta Nakes Tetap Waspadai Perkembangan Kasus Cacar Monyet

Indonesia kini telah memesan 2.000 dosis vaksin dari Denmark yang telah lolos uji klinis. Sebanyak 1.000 dosis vaksin pertama dikabarkan akan datang pada akhir Oktober.

“Vaksin yang dipesan oleh pemerintah sudah melalui uji klinis. Jadi sudah bisa langsung diberikan kepada kelompok yang masuk dalam kelompok prioritas. Bahkan, di negara endemis, vaksin ini sudah digunakan,” ungkapnya.

Hanny juga menambahkan vaksin tidak meniadakan infeksi secara keseluruhan.

“Vaksin tidak meniadakan infeksi 100%. Tapi kita berharap dapat menurunkan kemungkinan komplikasi," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT