21 September 2022, 19:22 WIB

Wabah ASF Merebak di Sikka, Peternak Babi Diimbau Waspada


Gabriel Langga |

VIRUS African Swine Fever (ASF) atau penyakit babi kembali menyerang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kali ini  virus tersebut menyerang puluhan babi yang ada di Kecamatan Tanawawo tepatnya di Desa Loke dan Desa Poma.

Camat Tanawawo, Yohanes Oriwis Naga Seso menuturkan saat ini ada sekitar 17 ekor babi miliki warganya yang ada di Desa Loke dan Desa dilaporkan tewas mendadak. Hal ini diduga kuat diserang virus ASF.

"Saya baru dapat laporan dari Kepala BPP Kecamatan Tanawawo bahwa ada sekitar 17 ekor babi mili warga tewas mendadak. Diduga kuat diserang virus ASF," papar dia saat dihubungi mediaindonesia.com, Rabu (21/9) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Dikatakan kematian babi ini membuat warganya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar. Untuk itu, ia pun mengaku masalah telah disampaikan kepada dinas terkait sehingga ini menjadi perhatian serius.

Meski begitu, ia mengaku telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga Kecamatan Tanawawo agar hewan ternak babi tidak dibawa keluar dari Desa Poma dan Desa Loke sehingga tidak terjadi penyebaran virus ASF lebih luas.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan kepada warganya bahwa bila ada hewan ternak babi yang bergejala ASF, antara lain, kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum, diare berdarah, demam, sembelit, kejang, tidak mau makan, muntah dan kesulitan bernapas untuk segera menghubungi petugas kesehatan hewan setempat atau BPP Kecamatan Tanawawo.

"Jagalah selalu kebersihan kandang dan lingkungan sekitar, ASF dapat menyebar melalui kontak langsung serangga, pakaian, peralatan peternakan, pakan yang terkontaminasi," pungkas Camat Oriwis. (OL-15)

BERITA TERKAIT