20 September 2022, 10:00 WIB

Transformasi Kesehatan Bisa Dimulai dari Dinas Kesehatan Daerah


M. Iqbal Al Machmudi |

UJUNG tombak kesehatan dalam menghadapi pandemi covid-19 ada di level dinas kesehatan. Hal itu menandakan transformasi kesehatan sudah harus dilakukan di level tersebut di semua wilayah di Indonesia.

"Kita sadar bahwa kesehatan itu sangat penting. Setiap orang itu punya kesadaran untuk meningkatkan atau memperbaiki kesehatan, itu pasti ujungnya adalah kepada ekonomi. Dengan covid-19 maka sudah saat yang tepat kita melakukan transformasi kesehatan dan khususnya di Dinas Kesehatan," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Selasa (20/9).

Untuk itu Dinas Kesehatan diharapkan dapat memperbaiki layanan kesehatan masyarakat. Jadi, antara Kemenkes dan Dinas Kesehatan bisa berkoordinasi dan mempunyai tujuan yang sama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, yakni melalui transformasi kesehatan.

Transformasi kesehatan merupakan salah satu amanat dari Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Kesehatan setelah sebelumnya melaksanakan tugas menyelesaikan pandemi covid-19 dan menyukseskan vaksinasi. Ujung tombak transformasi kesehatan tersebut dilakukan mulai dari Dinkes Provinsi hingga Dinkes Kabupaten/Kota.

Ada 6 pilar transformasi kesehatan yang diusung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yakni layanan primer, transformasi layanan rujukan rumah sakit, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan transformasi teknologi Kesehatan, ini terkait teknologi informasi dan bioteknologi.

Dalam transformasi layanan primer, saat ini ada sekitar 12 ribu Puskesmas yang tersebar di semua wilayah Indonesia. Ada sejumlah program yang akan dilakukan di antaranya menata ulang jaringan fasilitas layanan kesehatan untuk mencapai pemerataan layanan kesehatan. Tak hanya itu, Kemenkes juga akan merevitalisasi Posyandu agar menjadi lebih formal dengan anggaran yang sesuai sehingga bisa terintegrasi dengan kementerian lain.

Posyandu ini akan bertindak secara lebih aktif bukan hanya melayani bayi dan ibu tapi akan melayani seluruh siklus hidup termasuk remaja, dewasa, dan lansia.

Transformasi layanan rujukan dimulai dengan tiga penyakit penyebab kematian paling tinggi di Indonesia yaitu penyakit jantung, stroke, dan kanker. Selain itu untuk ketahanan kesehatan, Kemenkes memastikan vaksin, diagnostik, dan terapeutik semuanya ada di Indonesia. Minimal 50% itu diproduksi di dalam negeri.

Yang akan dilakukan terkait transformasi pembiayaan kesehatan adalah melakukan transparansi dan perhitungan yang benar. Hal itu untuk menghindari terjadinya masalah antara penyedia jasa dan yang membayar jasa. Kemudian pada transformasi SDM jumlah dokter standarnya satu per 1.000 penduduk. Kebutuhan di Indonesia masih belum terpenuhi ditambah lagi dengan distribusi yang belum merata.

Pemerataan SDM Kesehatan yang berkualitas diperlukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui academic health system.

Salah satu transformasi teknologi kesehatan yang sedang diupayakan selain aplikasi PeduliLindungi, Kemenkes akan memastikan rekam medis di rumah sakit dicatat dan direkam dengan baik secara digital.

"Dengan demikian itu nanti dimasukkan ke databasenya rumah sakit. Sehingga kalau satu pasien pindah rumah sakit maka pasien tidak perlu melakukan rontgen ulang atau tes darah ulang sehingga itu akan jauh lebih efisien," ujarnya.

Dan terakhir terkait bioteknologi bisa dipakai sebagai alat diagnosis yang canggih. Sebelumnya untuk melihat kondisi kesehatan seseorang diambil dari darah, MRI, CT Scan. Ke depan diagnosisnya menggunakan genom sequencing karena dengan ini bisa dilihat secara benar-benar rinci, yang ada di tubuh kita itu kondisinya seperti apa, kesehatan kita, malah kedepannya bisa jadi seperti apa.

Mesin genome sequencing akan disediakan dan digunakan di rumah sakit rujukan nasional antara lain RS Kanker Dharmais, RS PON untuk stroke, RSCM untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan ginjal, RS di Yogyakarta, kemudian RSPI untuk infeksi, dan RS Sanglah untuk aging and wellness. "Saya harapkan dinas kesehatan melaksanakan transformasi ini sehingga masyarakat juga menyadari untuk hidup sehat," pungkasnya. (H-1)

BERITA TERKAIT