11 September 2022, 21:55 WIB

Penyandang Disabilitas Didikan Artherapy Center Widyatama Bandung Lulus Tugas Akhir


Naviandri |

DENGAN keterbatasan fisik yang dimiliki tidak membuat anak
penyadang disabilitas menyerah dalam meraih cita-cita. Ini dibuktikan
dengan kemampuan anak-anak didik yang tergabung dalam Lembaga Pendidikan Artherapy Center Widyatama, Bandung, Jawa Barat, dengan menyelesaikan tugas akhir.

Artherapy Center Widyatama Bandung, merupakan lembaga yang dikhususkan
untk penyadang disabilitas.  Tercatat ada delapan anak-anak disabilitas
jurusan desain grafis dan lima anak jurusan seni musik yang mengikuti
sidang akhir tahun akademik 2022, pekan ini.

"Alhamdulillah kami diberi kemudahan dalam mengemban amanah dan mendidik anak-anak kami hingga pada tahap pembuktian di akhir masa belajarnya. Kami duduk bersama untuk mengapresiasi hasil akhir karya peserta didik kami  dalam pelaksanaan Sidang Jurusan Desain Grafis dan Seni Musik Tahun Akademik 2021/2022," kata Direktur Artherapy Center Widyatama, Dadi Firmansyah, Minggu (11/2).

Menurut Dadi, dengan rasa bangga dia mewakili lembaga, pihaknya selalu ingin menyampaikan kepada khalayak bahwa setiap tahunnya anak-anak itu
berkembang dan memiliki innovasi-innovasi dalam kekaryaannya. Untuk itu
setiap penyelenggaraan kegiatan secara akademik dan non akademik
lembaganya mengupayakan yang terbaik hingga terpublikasi serta
terdokumentasi baik di internal maupun eksternal.

"Dengan tujuan sebagai salah satu upaya dalam mengedukasi dan memudahkan masyarakat, komunitas, pelaku industri dan pemerintah mudah merespon dan mengapresiasi karya anak-anak," ujarnya.

Dalam sidang akhir tahun ini, kata Dadi, pihaknyaya juga mendapat respon baik dari Bandung Creative HUB, yang memberikan ruang kepada peserta didik dalam mempresentasikan sidangnya di ruang auditorium.

Jadwal pelaksanaan sidang sendiri terbagi dalam 2 kegiatan, yakni sidang jurusan desain grafis dan dilanjut sidang jurusan seni musik.

"Bentuk pelaksanaan sidang kedua jurusan tersebut ialah melakukan presentasi. Jurusan desain grafis para peserta didik yang berjumlah delapan orang melakukan perancangan tugas akhir dengan membuat buku ilustrasi anak yang berkolaborasi dengan Konekin Indonesia melalui Project Bisa dan Superkids," terangnya.

Sementara pengujian, lanjut Dadi, dilakukan oleh para praktisi
di bidangnya yaitu Maman Sulaeman selaku ilustrator profesional dan Sarah Ismullah selaku praktisi, penulis dan perancang buku anak yang juga tenaga pengajar di ITB.

Tidak kalah menarik, pada jurusan seni musik dilakukan presentasi karya hasil ciptaan peserta didik dengan meluncurkan single yang berjudul Ayah dan Bunda.

Lagu ini terinspirasi dari kasih sayang seorang ayah dan ibu. Single tersebut disimulasikan dengan teknik promosi melalui program Musicbility yang dilakukan 5 orang peserta didik langsung berkolaborasi dengan para pelaku industri Food and Beverage di 5 titik di Kota Bandung. Kelimanya ialah Wangirupa Studio Bandung, Terai Coffeatery Bandung,  Asyiek Community Bandung, Loco Café Dago Bandung dan  Four5unday Bandung.

"Para kolaborator ini menyediakan ruang dan memfasilitasi bagi para
peserta didik jurusan seni musik melakukan promosi karya single
terbarunya langsung di hadapan pengunjung," tambahnya.

Seluruh program promosi tersebut, sambung Dadi, terdokumentasi baik dan
menjadi sebuah film dokumenter berjudul Musicbility Tour on Bandung yang menceritakan segala proses di balik layar kegiatan promosi tersebut di setiap lokasi kolaborator.

Hasil karya single dan film documenter  disidangkan oleh para penguji yang profesional di bidangnya yaitu, Mochammad Noerwana atau Noey Java Jive, musisi profesional dan Galih Sedayu, Deputi Pemasaran dan Komunikasi Publik ICCN.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kolaborator, Bandung
Creative HUB, para pendukung kegiatan seperti Fakultas FTV Universitas
Widyatama, 3 second, Enourmous dan seluruh pihak yang terlibat sehingga
kegiatan terselenggara dengan baik dan lancar," tandas Dadi. (N-2)

 

BERITA TERKAIT