07 September 2022, 09:12 WIB

SDM Lokal Khawatir Tidak Mampu Bersaing Setelah Pembangunan IKN


M. Iqbal Al Machmudi |

SUMBER daya manusia (SDM) lokal Kalimantan Timur khawatir setelah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) selesai mereka tergeser dengan SDM dari luar daerah karena tidak mampu bersaing.

Kekhawatiran itu disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mendatangi Titik Nol Nusantara Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Saya khawatir pembangunan IKN justru berisi orang-orang dari luar. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan dan ketrampilan bagi penduduk lokal perlu percepatan. Misalnya, anak SMK atau politeknik jika lulus langsung dapat terlibat dan bekerja membangun IKN," kata Joko Iriandoro, Bendahara PGRI Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Pakar Jelaskan Beberapa Hal yang Perlu Diketahui tentang Legionella

Muhadjir menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan pemindahan dan pembangunan IKN adalah untuk memberikan dampak positif. Khususnya bagi warga lokal dan umumnya untuk kemajuan Indonesia.

"Pembangunan IKN akan memberikan dampak multiplier effect. Baik secara ekonomi, sosial, maupun branding sebagai Ibu Kota itu akan justru memiliki dampak yang signifikan. Ini sesuai visi Presiden Jokowi yang ingin mengubah ibu kota, dari berorientasi 'Jawa Sentris' menjadi 'Indonesia Sentris'. Ini diharapkan tercermin di IKN," jelas Muhadjir.

Dirinya menekankan mengenai peningkatan kualitas SDM, beberapa universitas sudah penjajagan untuk membuka di IKN, seperti Universitas Mulawarman dan Universitas Gunadarma. Ia juga menyebut bahwa tidak perlu khawatir dengan masuknya pendatang ke wilayah IKN.

"Justru SDM dari luar yang masuk ke IKN akan memicu proses saling mencerdaskan. Tapi tetap harus ada semacam proses diutamakan kepada penduduk lokal berdasar pengalaman-pengalaman di kota-kota lainnya," jelasnya.

Diharapkan SDM lokal khususnya para pemuda senantiasa meningkatkan kemampuan dan mengambil inisiatif, tak terjebak pada zona nyaman.

"Sebaiknya pemerintah daerah hingga di level kecamatan bahkan kelurahan memiliki data lengkap pemuda by name by address serta ketrampilannya. Sehingga dapat dipetakan potensi, kebutuhan dan kesempatan kerjanya," ujar Menko PMK

Data itu ternyata sudah disiapkan pemerintah setempat. Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, merupakan kawasan inti IKN. Fasilitas utama Ring 1 akan dibangun di sana. Penduduk sepaku sekitar 32 ribu jiwa dan kebanyakan di usia produktif. (H-3)

BERITA TERKAIT