01 September 2022, 06:00 WIB

Yuk Mengenal Apa Itu Skala Likert


Joan Imanuella Hanna Pangemanan |

SKALA likert adalah skala psikometrik yang sering digunakan dalam angket. Diambil dari nama penerbit suatu laporan yang menjelaskan pengaplikasian skala ini, Rensis Likert, skala ini menjadi skala yang paling banyak digunakan dalam riset dalam bentuk survei pada pengukuran data kuantitatif. 

Menurut Sugiyono (2006), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi terhadap individu atau kelompok terkait dengan fenomena sosial yang sedang menjadi objek penelitian. 

Skala likert digunakan untuk mengukur apa saja?

Seperti yang dikatakan Sugiyono, skala likert digunakan untuk mengukur sikap dan pendapat. Lebih singkatnya, skala likert dapat diterapkan untuk mengukur skala sangat positif sampai sangat negatif, seperti sangat setuju dan sangat tidak setuju. 

Baca juga: Memahami Pengertian Penelitian Kuantitatif, Jenis, Instrumen, dan Contoh

Dalam penggunaan skala likert, pembuat kuesioner dapat menggunakan 5 skala ataupun 4 skala saja yang membuat pengisi kuesioner harus memilih satu sisi yaitu positif atau negatif.

Contoh skala likert

Rumus Perhitungan Skor Skala Likert

Y= skor tertinggi likert x jumlah responden

X= skor terendah likert x jumlah responden

Rumus Index % = Total skor / Y x 100

Rumus Interval = 100 / Jumlah skor likert

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui interpretasi skor berdasarkan interval adalah dengan mencari interval terlebih dahulu untuk membuat daftar kriteria interpretasi skor. 

Selanjutnya dengan menggunakan rumus index, kita dapat melihat interpretasi skor akhir dan bisa dicocokkan dengan kriteria yang sebelumnya sudah kita buat.

Berikut contoh penggunaan skala likert:

1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5= sangat setuju

Dalam kasus penggunaan 4 skala likert, maka “netral” tidak akan digunakan dalam skala tersebut. (OL-1)

BERITA TERKAIT