23 August 2022, 09:52 WIB

Rektor IFTK Ledalero: Pentingnya Berfilsafat Dalam Bisnis Era Digital


Gabriel Langga. |

DOKTOR Otto Gusti Madung Ndegong resmi menjadi rektor pertama Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero periode 2022-2026, pasca Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, yang kini menjadi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero (IFTK).

Perubahan bentuk lembaga pendidikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 439/E/O/2022 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero di Kabupaten Sikka menjadi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif, tertanggal 16 Juni 2022.

Sebagai rektor IFKT Ledalero, Dr Otto Gusti Madung Ndegong  menegaskan kemajuan perkembangan teknologi dan informasi telah mengubah semua perubahan tatanan sosial. Ia pun mengungkapkan alasan  filsafat dibutuhkan dalam dunia bisnis terutama bisnis di era digital.

Bagi dia, filsafat telah telah mengajarkan orang untuk berpikir argumentatif dan bukan mistis magis. Yang mana,  cara berpikir argumentatif dibutuhkan dalam bisnis ketika harus bernegosiasi dengan para calon investor.

Lanjut dia, dalam bisnis  di era digital dengan perubahan yang serba cepat justru menciptakan ketidakpastian. Oleh karena itu ungkap dia, di tengah situasi ketidakpastian itu filsafat mengajarkan orang untuk membaca ketidakpastian dan mentransformasinya menjadi peluang saat ini.

Selain itu, ungkap Dr Otto, filsafat juga membantu orang untuk mengendalikan emosi. Dimana,  dalam dunia bisnis saat ini  terkadang mendorong manusia larut dalam emosi berlebihan, membawa kita masuk dalam labirin penuh jebakan. Filsafat membantu mengontrol emosi lalu menawarkan jalan keluar.

Oleh karena itu, dalam kaitan erat antara filsafat dan dunia bisnis di era digital, Dr. Otto Gusti bertekad untuk menjadikan kehadiran kampus IFTK Ledalero  semakin bermakna untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat NTT khususnya dan Indonesia pada umumnya.

"Kita berharap bahwa lembaga ini dapat mengembangkan sejumlah riset filosofis di bidang teknologi dan juga menciptakan teknologi kreatif yang berkelanjutan karena dibangun diatas kajian-kajian filosofis yang serius dan mendasar," tegasnya, Selasa (23/8) di Kabupaten Sikka, NTT.

Maka dari itu, ia tegaskan kembali bahwa kehadiran IFTK Ledalero dapat mengembangkan sejumlah riset filosofis di bidang teknologi dan juga menciptakan teknologi kreatif yang berkelanjutan karena dibangun di atas kajian-kajian filosofis yang serius dan mendasar.

"Filsafat adalah sebuah intervensi ke dalam sebuah "roh zaman" guna menyingkap kesimpulan-kesimpulan yang sesat dan kekeliruan yang berbahaya agar dilakukan perbaikan dan dicarikan jalan keluarnya," pungkas dia lagi.

Pada kesempatan itu, disampaikan saat ini jumlah mahasiswa IFTK Ledalero tercatat sebanyak 1.551 orang, dengan rincian mahasiswa prodi Filsafat berjumlah 1.128, mahasiswa prodi PKK berjumlah 152, mahasiswa prodi Kewirausahaan berjumlah 33, mahasiswa prodi Desain Komunikasi Visual berjumlah 33, dan mahasiswa Pasca-sarjana berjumlah 190 orang. (OL-13)

BERITA TERKAIT