19 August 2022, 23:25 WIB

Kemenko PMK Gandeng SMK Binaan Astra Tingkatkan Kemandirian Pangan dan Perbaikan Lingkungan


Bayu Anggoro |

KETAHANAN pangan dan kelestarian lingkungan menjadi isu penting
yang harus diperhatikan. Selain karena jumlah penduduk yang besar,
Indonesia pun saat ini rentan mengalami banyak bencana alam.

Hal ini disampaikan Deputi Revolusi Mental Pemajuan Kebudayaan dan
Prestasi Olahraga, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan, Didik Suhardi, saat melakukan Kick off Penanaman Pohon -
Gerakan Revolusi Mental, di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten
Malang, Jawa Timur. Acara ini digelar bekerja sama dengan PT Astra International Tbk yang telah membina 3.336 SMK di Tanah Air.

"Mari kita mencari solusi, mengurangi risiko bencana," katanya.

Aris berharap, Gerakan Penanaman 10 juta Pohon ini dapat meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya menyadari persoalan lingkungan saat ini. "Dunia ini sedang dihadapkan pada global warming dan climate
change. Ini sangat menghantui kita," katanya.

Sebagai contoh, menurutnya, iklim sudah tidak menentu sehingga membuat
petani kebingungan harus menanam apa. "Sekarang saja harusnya musim
kemarau, tapi di benerapa daerah sudah banjir. Petani bingung, harus
nanam apa."

Didik menambahkan kesadaran pentingnya penanaman pohon ini mutlak untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Gerakam 10 juta
pohon ini, diharapkan meningkatkan gotong royong untuk lingkungan,
juga membuka kesempatan untuk tercapainya kemandirian pangan.

Dia merasa risau karena saat ini impor pangan Indonesia masih tinggi.
Padahal, sebagai negara agraris, Indonesia seharusnya mampu memproduksi
pangan sendiri.

"Sekarang impor buah-buahan masih tinggi. Kalau beli buah, bandingkan
berapa persennnya yang lokal. Rata2 impor, apel, anggur, jeruk, jambu
bahkan impor. Ini ironis. Indonesia katanya agraris. Tapi di sisi lain
impor buah-buahan triliunan," katanya.

Oleh karena itu, dia berharap semua pihak bersama-sama melakukan
penanaman pohon. "Menanama 10 juta pohon ini harus jadi gerakan agar
bersama-sama dilakukan seluruh masyarakat. Kami sebagai kemenko yang
membidangi pembangunan manusia dan menjadi penanggungjawab gerakan
nasional revolusi mental, tentu tidak mungkin bisa berjalan sendiri."

Didik berharap SMK khususnya binaan Astra menjadi motor dalam menggerakan
kegiatan ini. "Tentu SMK sebagai salah satu pilar di sistem oensidikan,
harapannya berkontribusi besae, harapannya Astra membantu kami supaya
kemandirian pangan dan buah-buahan bisa dilakukan," katanya.


Generasi muda


Asisten Daerah Pemerintah Kabupaten Malang, Suwadji, menjelaskan,
pihaknya bersyukur acara ini dilakukan di wilayahnya. "Ini kehormatan.
Kehadiran di Kabupaten Malang merupakan wujud perhatian pusat. Kami akan mendukung bersama-sama," katanya.

Pihaknya pun siap mengawal kegiatan ini dengan menyebarkan semangat
menjaga lingkungan khususnya menanam pohon kepada masyarakat Kabupaten
Malang. "Semangat ini juga harus terdistribusikan ke masyarakat,
utamanya generasi muda yang akan jadi penerus."

Dia juga kembali mengingatkan agar warganya bisa berkontribusi dalam
penanaman pohon. "Saya berharap warga Kabupaten Malang bisa
berpartisipasi dan mendukung berbagai upaya konservasi maupun
revitalisasi alam ini, dari siapapun. Mudah-mudahan apa yang kita
upayakan dapat membuahkan hasil maksimal," kata Suwadji.


Astra

Head of CSR Astra, Bima Krida Pamungkas, bersyukur SMK binaannya,
Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang, dipilih Kemenko PMK dalam
program Gerakan Penanaman 10 juta Pohon ini. "Terima kasih terus
memberikan atensi dan apresiasi kepada binaan kami," katanya.

Menurut dia, selama pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas SMK. Salah
satunya SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang berbasis lingkungan. "Kami
sangat bahagia, program kami bisa bermanfaat, tepat sasaran dan
berkelanjutan. Kami concern mengembangkan sekolah-sekolah berbasis
lingkungan."

Sejak 2008 Astra berupaya turut serta dalam perbaikan lingkungan. Melalui program Astra untuk Indonesia Hijau, terdapat dua area konservasi yang dikembangkan bersama beberapa mitranya.

"Pada 2022 ini, kami pun sudah menanam pohon seluas 550 ha bersama
masyarakat desa binaan," kata Bima.

Tak hanya itu, komitmennya dalam pelestarian lingkungan dilakukan melalui konservasi pohon buah langka endemik nusantara.

"Program ini turut didukung komunitas binaan kami, yang berisi guru,
kepala sekolah, dan penggiat sekolah adiwiyata yang tergabung dalam
HPAI. Komunitas ini terdiri dari 520 sekolah," katanya.

Pada kesempatan ini, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan menyerahkan 1.000 bibit pohon kepada Astra yang diterima oleh Head of Environment & Social Responsibility, Astra Diah Suran Febrianti, serta kepada dua SMK binaan grup Astra yaitu SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan SMK PGRI 2 Ponorogo.

"Kerja sama ini selaras dengan pilar kontribusi sosial Astra di bidang
lingkungan yang salah satu fokusnya menekan emisi karbon melalui gerakan penanaman pohon. Sampai 2021, Astra telah menanam 5,11 juta pohon dan dilanjutkan dengan penanaman 65.000 pohon pada tahun ini yang bertepatan dengan perayaan HUT Ke-65 Astra. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat semakin menularkan semangat positif kepada masyarakat untuk terus melestarikan alam," ujar Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah. (N-2)

 

BERITA TERKAIT