19 August 2022, 22:50 WIB

Kemenkes: Masyarakat Umum belum Dapat Booster Dosis Kedua


Naufal Zuhdi |

JURU bicara covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi bahwa vaksinasi booster dosis kedua masih direkomendasikan untuk nakes atau golongan tertentu saja.

“Sampai saat ini rekomendasi pemberian vaksinasi booster kedua kepada masyarakat umum belum menjadi hal yang direkomendasikan,” jelasnya kepada Media Indonesia, pada Jumat (19/8).

Ia menjelaskan, kelompok tertentu ini berisi mereka yang rentan tertular virus korona seperti tenaga kesehatan (nakes) yang melayani orang sakit dan juga orang dengan komorbid dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Tingginya risiko terpapar covid-19 pada nakes, terang Nadia, bukan hanya terhadap bertemu orang sakit yang positif covid-19. Tapi,  juga karena orang yang sakit covid itu mungkin saja membawa virus atau varian baru atau subvarian baru dari covid 19.

“Kita tahu subvarian baru itu bisa lebih fatal, lebih cepat menular, tentunya perubahan-perubahan sebagai akibat mutasi yang dilakukan. Karena itulah mengapa nakes diberikan tambahan dosis khususnya booster kedua untuk meningkatkan dan memastikan perlindungan dirinya,” ungkap Nadia.

Nadia menyampaikan, saat ini cakupan vaksinasi covid-19 pada masyarakat umum untuk dosis keduanya baru sekitar 30% atau baru 41 juta orang yang mendapatkan vaksin dosis kedua. "Masih ada 140 juta lagi yang harus kita kejar untuk mendapatkan booster pertama,” jelas Nadia

Hal itu juga yang menjadi alasan pemerintah untuk belum memberikan booster kedua kepada masyarakat umum. “Kita harus konsentrasi dulu, pertama lengkapi vakisnasi sampai dengan dosis kedua. Masih sekitar 30-35 juta orang yang belum melengkapi vaksin dosis kedua," ucapnya.

Sementara untuk booster atau vaksin dosis ketiga, angkanya baru 59 juta orang, atau jauh dari target 180 juta orang. "Masih ekitar 67% yang belum mendapatkan booster pertama sebelum kita mulai booster kedua untuk masyarakat umum,” tutup Nadia. (H-2)

BERITA TERKAIT