19 August 2022, 05:30 WIB

Ini Beda Tokoh Protagonis dan Antagonis


Joan Imanuella Hanna Pangemanan |

KITA sering melihat karakter dan sifat tokoh yang berbeda di dalam satu cerita. Tokoh atau orang yang berperan dalam cerita memiliki watak yang dibagi menjadi dua yaitu protagonis dan antagonis. Mengapa para pelaku cerita mempunyai sifat yang berbeda-beda? Hal itu dibuat demikian agar jalan cerita dari karakter yang ada menjadi lebih hidup.

Protagonis adalah tokoh yang memiliki watak baik, dikenal, dan disukai semua orang. Tokoh ini merupakan kunci dan bagian yang sangat penting dalam sebuah cerita. Cerita tidak akan berjalan tanpa seorang protagonis.

Kata protagonis sendiri berasal dari bahasa Yunani protagonists yang berarti orang yang memainkan peran pertama atau aktor utama. 

Baca juga: Serial Drama Kehidupan Tradisional di Era Modern Royal Blood Bakal Dirilis

Dengan kata lain, protagonis merupakan karakter utama dalam cerita. Meskipun di beberapa kasus terdapat banyak karakter utama dalam sebuah cerita, namun hanya ada satu atau di kasus tertentu 2 protagonis.

Biasanya protagonis akan memulai cerita dengan tujuan atau keinginannya. Tokoh ini bertujuan mencerminkan tujuan cerita secara keseluruhan, plot bergerak maju berdasarkan keputusan protagonis, dan alur karakter mereka adalah apa yang diikuti pembaca sepanjang cerita.

Terdapat 3 jenis utama protagonis yakni protagonis heroik, anti-hero, dan palsu. 

Protagonis heroik adalah protagonis yang dianggap sebagai "orang baik" secara tradisional. Mereka kebanyakan membuat keputusan yang tepat untuk diri mereka sendiri dan juga untuk tokoh lain. Lalu mereka juga sering menjadi orang yang harus menanggung beban perjuangan dan berkorban untuk mencapai tujuan mereka.

Protagonis anti-hero adalah karakter utama yang, meskipun mereka mendorong cerita, mereka menawarkan kualitas kurang heroik yang membuat mereka tidak dapat diandalkan atau tercela. Biasanya protagonis anti-hero berperan sebagai penjahat dalam cerita.

Selain itu, pembaca atau pemirsa juga sering dibingungkan dengan protagonis palsu yang mengalihkan fokus pada satu titik dalam cerita.

Di sisi lain ada tokoh antagonis yang merupakan tokoh yang dengan watak buruk yang biasanya menjadi musuh dari tokoh protagonis. Tokoh antagonis disebut juga sebagai tokoh yang menentang cerita. 

Tokoh antagonis sering digambarkan dengan seseorang yang memiliki sifat pendendam, pembohong, sombong, tidak bersahabat, pembuat masalah, suka pamer, dan lain-lain.

Antagonis adalah sumber utama konflik bagi protagonis. Antagonis dapat berupa satu karakter atau lebih. Sama seperti protagonis, antagonis juga memiliki beberapa jenis yaitu penjahat, pencipta konflik, kekuatan tidak bernyawa, dan protagonis itu sendiri.

Pada umumnya antagonis mendapatkan peran penjahat, dengan peran ini tokoh antagonis akan menyebabkan masalah untuk tokoh protagonis dan menjadi sumber utama konflik untuk karakter utama.

Tidak harus menjadi penjahat, antagonis dapat menjadi karakter yang hanya bertujuan untuk bertentangan langsung dengan protagonis.

Antagonis juga tidak selalu berbentuk karakter atau manusia. Antagonis utama dapat berupa kekuatan alam dan sebagainya.

Kekurangan atau rasa tidak percaya diri protagonis dapat menghalangi mereka untuk mencapai tujuan mereka, menjadikan diri mereka sendiri sebagai antagonis.

Antagonis tidak selamanya orang jahat dan protagonis juga tidak selamanya orang baik. Dalam istilah bercerita, ini berarti bahwa protagonis dan antagonis adalah kekuatan yang berlawanan dalam sebuah cerita. (OL-1)

BERITA TERKAIT