BANYAK orang yang hobi menggambar. Ternyata banyak pula teknik dalam membuat gambar. Ini tentu menambah keseruan para penyuka seni ini.
Salah satu teknik menggambar yaitu pointilis. Apa itu pointilis? Berikut penjelasannya.
Pengertian teknik pointilis
Teknik pointilis adalah teknik menggambar dengan cara membentuk pola dari titik yang dibentuk sedemikian rupa agar membentuk suatu objek.
Saat melukis dengan teknik yang biasa, kita membentuknya dari garis, lingkaran, dan pola lain.
Namun dalam teknik pointilis, kita hanya memerlukan titik-titik dari kuas yang kita bentuk sedemikian rupa. Semakin rapat titiknya, akan semakin gelap objek yang terbentuk.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Kita Perlu Mengunjungi Museum Seni
Sebaliknya, semakin renggang titiknya, akan semakin terang objek yang terbentuk.
Contoh Gambar Pointilis
Langkah membuat pointilis
Karena membuat gambaran menggunakan titik, pada umumnya kita menggunakan kuas round yang pada umumnya tajam di ujungnya. Hal ini untuk membentuk titik-titik yang simetris.
Dengan titik yang simetris, akan terbentuk pola yang tampak rapi dan membentuk suatu objek.
Karenanya, untuk membentuk objek dari teknik pointilis, kita perlu membuat sketsa dari objek yang kita ingin buat, lalu identifikasikan bagian yang membutuhkan ruang yang cerah dan gelap.
Hal ini untuk membantu kita menentukan kuantitas dari titik yang akan kita gambarkan dari berbagai ruangan.
Lalu, kita bisa membuat gambar dengan menggunakan titik. Perlu diperhatikan bahwa teknik pointilis tidak menggunakan garis, sehingga hindari penggunaan garis.
Baca juga: Yuk Membuat Montase
Agar membentuk pola yang tepat, buat semakin gelap objek yang kita butuhkan.
Karenanya, titik harus lebih dirapatkan. Untuk mendapatkan ruang yang lebih terang, titik dibuat lebih renggang.
Tujuan teknik pointilis
Teknik pointilis tampak lebih kreatif dibanding teknik menggambar biasa, karena variatif warna yang terbentuk dan nilai yang dibawanya.
Suatu lukisan pada akhirnya bisa dibuat dari paduan subjek yang disusun dengan pola tertentu, agar membentuk satu objek. (OL-14)