15 August 2022, 21:10 WIB

Positivity Rate Naik Dua Kali Lipat Jadi 10,05%, Lampaui Standar WHO 5%


Naufal Zuhdi |

SATUAN Tugas (Satgas) Covid-19 mengkonfirmasi bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 3.588 hari ini. Dengan begitu, total kasus konfirmasi positif di Indonesia mencapai 6.286.362 orang. Sebelumnya, pada Minggu (14/8), terdapat 4.442 orang terkonfirmasi positif covid-19.

Penambahan kasus Covid-19 ini paling banyak berasal dari Provinsi DKI Jakarta, disusul Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, dan Jawa Tengah.

Terkait kondisi peningkatan kasus covid-19 tersebut, Satgas Penanganan covid-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk terus memperkuat protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 mengingat saat ini masih dalam masa pandemi.

Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito positivity rate di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam lima minggu terakhir, dari yang awalnya di angka 5,12% menjadi 10,05% yang menandakan kenaikan ini terjadi sampai dua kali lipat. Sedangkan batas aman maksimal yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) hanya 5%.

"Jika dibandingkan dengan saat puncak Omicron lalu, dalam lima minggu kenaikan hampir 17 persen. Sedangkan saat puncak Delta lalu kenaikan 9 persen. Yang artinya kenaikan positivity rate kali ini masih lebih rendah dibanding saat puncak Omicron dan Delta. Namun, ini tetap perlu kita waspadai karena positivity rate sudah di atas 10 persen," ujar Wiku pada keterangan tertulis pada Senin (15/8).

Wiku mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah lonjakan kasus covid-19 dengan cara memakai masker dan melengkapi diri dengan vaksinasi hingga dosis penguat atau booster.

"Memakai masker dan protokol kesehatan lainnya serta diiringi dengan vaksinasi booster dapat mencegah lonjakan kasus covid-19," katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting menginformasikan bahwa untuk vaksinasi booster saat ini tidak setinggi saat vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 pada tahun 2021.

"Pencapaian vaksinasi booster harian tidak setinggi sewaktu vaksinasi 1 dan 2 di tahun 2021," ungkap Alex pada Senin (15/8).

Alex juga menjelaskan bahwa data untuk vaksinasi booster masih rendah dibandingkan dengan vaksin sebelumnya.

"Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Minggu (14/8) menunjukkan baru 24,9% atau 58,5 juta masyarakat yang sudah booster. Selisihnya jauh dibandingkan dengan laju vaksin dosis 1 dan 2 yang masing-masing mencapai angka 86,5% dan 72,6%," pungkasnya.

Data vaksinasi booster sempat mengalami kenaikan di bulan puasa kemarin terutama saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Data ini juga harus menguatkan urgensi agar terus meningkatkan cakupan vaksinasi.

"Data booster sempat tinggi saat masyarakat mau mudik lebaran karena sebagai syarat perjalanan pulang kampung. Data ini harus menguatkan urgensi kita untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi bahkan seharusnya sampai ke titik optimal yaitu cakupan booster setinggi-tingginya," jelas Alex.

Menurut Alex Pemerintah harus menyiapkan sentra vaksinasi Booster, terutama di pusat keramaian.

"Untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan vaksin booster, Pemerintah harus mengaktifkan sentra vaksin di pusat keramaian, seperti di bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan," tutup Alex. (H-2)

BERITA TERKAIT