12 August 2022, 18:43 WIB

Bundamedik dan FKUI Berkolaborasi Lahirkan SDM Kesehatan Kompeten


Widhoroso |

DI TENGAH disrupsi inovasi teknologi di sektor kesehatan yang kian pesat, Bundamedik Healthcare System (BMHS) gencar berinovasi untuk mencetak SDM kesehatan unggulan dan berdaya saing tinggi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BMHS menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam inisiatif pengembangan SDM kesehatan yang kompeten, khususnya menyiapkan dokter muda Indonesia dengan pengetahuan dan kompetensi mutakhir di bidang kedokteran. Kerja sama ini  menjadi tonggak sejarah penting bagi BMHS yang memiliki sejarah panjang dan kedekatan dengan FKUI.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kerja sama tersebut dan menilai sebagai bentuk dukungan masyarakat dan swasta terhadap upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam mentransformasi sistem kesehatan Indonesia. Menkes menekankan urgensi sistem pendidikan yang lebih baik dan berkualitas dalam mentransformasi sistem kesehatan Indonesia. "Melalui kerja sama di bidang pendidikan, tenaga spesialis ditingkatkan, mutu layanan kesehatan diperkuat, sehingga akan menghasilkan inovasi di sektor Lesehatan," jelasnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (12/8).

Sedangkan Komisaris Utama BMHS, dr Ivan Sini, SpOG menyatakan keterbukaan masyarakat dalam menerima inovasi teknologi di bidang kesehatan perlu diimbangi dengan SDM yang unggul demi menciptakan layanan kesehatan berkualitas. Di tengah gencarnya, jelasnya, investasi maupun inovasi BMHS untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian SDM kesehatan dengan bekerjasama dengan FKUI sebagai institusi pendidikan kedokteran terbaik di Indonesia merupakan langkah yang sangat penting.

"Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung upaya menciptakan tenaga kesehatan yang cakap, adaptif, dan terus berkembang mengikuti kemajuan terkini bidang kedokteran. Makin berkualitas SDM kesehatan kita, makin tangguh pula layanan kesehatan di Indonesia, dan akan semakin banyak masyarakat yang yakin akan kualitas layanan kesehatan di dalam negeri," jelasnya.

Ditambahkan, pengembangan kompetensi SDM tenaga kesehatan melalui kolaborasi dengan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus BMHS pada 2022. Ivan mengatakan, BMHS percaya bahwa upaya pemenuhan SDM kesehatan yang kompeten dan terampil menjadi kunci dalam menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang tangguh dan berkualitas.

"Di tengah berkembangnya ekosistem BMHS yang kini melingkupi 9 RS Bunda, 10 klinik bayi tabung Morula, 120 klinik satelit fertilitas KFI, 34 Laboratorium Patologi dan Genomik Diagnos, lebih 150 jejaring klinik layanan primer Klinik Pintar, tim Evakuasi Medik ER, medical tourism agency IMTB, dll, diperlukan peningkatan cepat untuk penambahan jumlah staff yang berkompentesi. Kami percaya proses pendidikan dan pelatihan yang komprehensif adalah kunci keberhasilan layanan medis," ujar Ivan.

Dikatakan, kolaborasi antara BMHS dan FKUI menitikberatkan pada penelitian, pendidikan, dan pelatihan untuk dokter lulusan FKUI di dalam ekosistem BMHS yang memiliki fasilitas unggul berupa jaringan rumah sakit, fasilitas Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB), pusat riset ilmu reproduksi, dan unit diklat yang sudah terakreditasi. Untuk tahap awal, kolaborasi Bundamedik dan FKUI akan menyasar dokter muda di bidang obstetri dan ginekologi untuk jenjang spesialis (Sp1), subspesialis (Sp2) dan program fellowship.

Program akan difokuskan pada 3 pilar utama yaitu pendidikan, penelitian, dan pelatihan kerja sama kedua institusi juga mencakup kompetensi dan keahlian terkini lain di bidang kedokteran termasuk Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB), teknologi robotic surgery, dan keahlian minimal invasive surgery dengan prosedur Laparascopy. "BMHS secara kontinu aktif melakukan kegiatan penelitian melalui IRSI Research Institute sebagai institusi afiliasi BMHS yang telah banyak terlibat dalam pengembangan di berbagai bidang ilmu kedokteran, khususnya di bidang reproductive genomics, artificial intellegence, serta penerapan good research practice," jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB menyambut gembira kerja sama antara FKUI dengan BMHS. "Sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi semangat kolaborasi yang inklusif, kami senang sekali dapat bekerja sama dengan BMHS yang selama ini telah memiliki kedekatan dengan FKUI dalam bidang penelitian, pendidikan dan pelatihan. Kami siap mendukung upaya BMHS untuk meningkatkan capacity building bagi tenaga kesehatan di ekosistem BMHS dan sektor kesehatan pada umumnya," ujarnya.(RO/OL-15)

BERITA TERKAIT