12 August 2022, 11:15 WIB

Pemprov NTB Alokasikan Rp1,2 Miliar untuk Pengadaan 10.300 Al Quran


Mediaindonesia.com |

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalokasikan anggaran Rp1,2 miliar lebih untuk pengadaan 10.300 Al Quran yang akan dibagikan kepada masyarakat di wilayah itu.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB Sahnan di Mataram, Jumat, mengatakan pengadaan 10.300 Al Quran ini dikerjakan CV Sari Murni sebagai pemenang tender.

Nantinya, perusahaan pemenang tender bekerja sama dengan salah satu perusahaan percetakan di Surabaya untuk mencetak ribuan Al Quran. "Karena pada dasarnya tidak sembarang Al Quran ini dicetak. Dengan anggaran sebesar Rp1,2 miliar lebih tersebut, insyaallah akan dicetak sebanyak 10.300 Al Quran jenis standar yang nantinya akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok masyarakat, masjid, pondok pesantren di seluruh NTB," ujarnya.

Ia menjelaskan biaya pengadaan per satu Al Quran itu dihitung Rp125 ribu. "Itu sudah termasuk segala pembiayaan mulai dari distribusi termasuk izin penerbitan Al Quran dari pihak Kementerian Agama," katanya.

Pihaknya merencanakan sekitar bulan September 2022, ribuan Al Quran tersebut sudah dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Insyaallah bulan September tahun ini, sudah dapat didistribusikan ke masyarakat," ujarnya.

Biro Kesra Setda Provinsi NTB memiliki beberapa item kegiatan yang dilaksanakan seperti pemberian hibah bantuan masjid, pondok pesantren, ada juga pengadaan sarana dan prasarana ibadah, seperti sajadah, wireless, dan lain sebagainya.

"Nah pengadaan Al Quran ini menjadi salah satu item pengadaan yang menjadi bagian dari item sarana peribadatan. Untuk Al Quran ini sendiri pendistribusiannya nanti akan diserahkan ke pengelola rumah ibadah seperti masjid, pondok pesantren, kelompok masyarakat, tergantung dari permintaan yang diajukan melalui proposal," katanya.

Permintaan terhadap kebutuhan Al Quran di NTB, katanya, cukup tinggi. Bahkan pengadaan di tahun sebelumnya dianggap masih kurang dan sudah terserap habis di masyarakat. "Permintaan masyarakat terhadap Al Quran ini cukup tinggi karena memang ini merupakan kebutuhan-kebutuhan masyarakat terkait dengan peribadatan," imbuhnya.

Ia berharap, melalui program pengadaan 10.300 Al Quran ini akan semakin membumikan Al Quran di seluruh wilayah NTB. "Harapan dari Al Quran semakin membumikan dan kegiatan membaca Al Quran semakin semarak. Bahkan, kalau diperbanyak oleh pemerintah maka masyarakat akan lebih mudah membaca dan memahami Al Quran, sehingga lahir penghafal-penghafal Al Quran di NTB," katanya. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT