12 August 2022, 11:30 WIB

Berencana Menikah? Ini Tips Mendapatkan Restu Orangtua dan Calon Mertua


Basuki Eka Purnama |

PSIKOLOG klinis dewasa dari Universitas Indonesia Pingkan Cynthia Belinda Rumondor membagikan tips untuk meyakinkan orangtua dan calon mertua agar merestui hubungan Anda bersama calon pasangan ke jenjang pernikahan.

Menurut Pingkan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghormati orangtua dan calon mertua dengan menunjukkan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut.

"Saat kita punya pendapat, "Pak, bu, ini loh pilihanku". Kita perlu menyampaikan. Tips yang pertama, perlu menghormati, artinya
respect. Misalnya, (calon) mertua tipikal yang mesti sopan, menjunjung tata krama, ya kita ikuti, kita sesuaikan," tutur Pingkan dalam sebuah acara temu media di Jakarta, dikutip Kamis (12/8).

Baca juga: Pameran Pernikahan Internasional dan Tradisional Digelar 13-14 Agustus

Meski demikian, lanjutnya, Anda juga harus menghargai pendapat diri sendiri. Jika tidak setuju dengan apa yang disampaikan orangtua atau calon mertua, jangan ragu untuk mengutarakan pendapat sendiri dengan cara yang baik.

Tips selanjutnya, ujar Pingkan, pastikan Anda dan pasangan sudah punya satu tujuan yang sama tentang arah hubungan yang akan dijalani selanjutnya.

"Samain dulu sama pasangan. Satu visi, tahu nanti rumah tangganya mau seperti apa. Ketika sudah satu, baru ceritakan ke orangtua sehingga mereka juga bisa menghargai pilihan kalian," ujar Pingkan.

Pingkan mengatakan, setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Untuk itu, saat anak mereka akan menikah, orangtua biasanya sangat memperhatikan bibit (garis keturunan), bebet (status sosial ekonomi), dan bobot (kepribadian dan pendidikan) dari calon menantunya.

Jika orangtua atau calon mertua tidak merestui hubungan karena adanya perbedaan dari tiga hal tersebut, menurut Pingkan, Anda perlu mendengarkan pendapat mereka terlebih dahulu.

"Kita dengarkan kekhawatiran mereka apa. Kita bisa bertanya, apa yang ditakutkan, apa yang dibayangkan jika menikah dengan dia. Mungkin karena ekonomi, adaptasi, dan lain sebagainya," tutur Pingkan.

Setelah itu, lanjut Pingkan, Anda dan pasangan harus bisa membuktikan bahwa kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi. Jika orangtua khawatir tentang ekonomi misalnya, tunjukkan bahwa Anda dan pasangan memiliki tabungan yang cukup untuk membangun rumah tangga.

"Atau takut enggak bisa beradaptasi dengan budaya, jadi enggak bisa melakukan upacara budaya yang biasa dilakukan, misalnya, 'Oh kami sudah mengobrol kok tentang itu, kami enggak keberatan dengan acara budaya itu selama ada budgetnya'," imbuh Pingkan.

"Jadi, dengarkan dulu dan coba tunjukkan bahwa kekhawatiran itu tidak terjadi, bahwa faktanya berbeda," pungkasnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT