12 August 2022, 08:35 WIB

Kurangi Sampah Organik, Mahasiswa Undip Ajak Warga Buat Kompos Takakura  


Oryza Khansa Azzahra, Mahasiswa Teknik Lingkungan Undip |

SAMPAH saat ini sampah menjadi permasalahan yang sudah mencapai skala global. Bahkan di Indonesia permasalahan tersebut seakan-akan tidak pernah terselesaikan. Angka pertumbuhan penduduk yang terus bertambah serta banyaknya aktivitas yang berevolusi menjadi faktor-faktor timbulan sampah yang semakin meningkat tiap harinya. 

Berdasarkan laman Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPN), timbulan sampah di Indonesia mencapai 28.696.562,43 ton pada 2021 dengan komposisi terbanyak sisa makanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa negara kita mengalami darurat sampah, terlebih sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih dengan open dumping atau ditimbun begitu saja pada tempat pemrosesan akhir (TPA).

Pada dasarnya, banyak hal-hal kecil yang bisa dilakukan dalam meminimalisasi sampah yang kita hasilkan. Berkontribusi sederhana tapi nyata tentu akan memberikan dampak positif yang besar apabila dilakukan secara berkelanjutan dan oleh banyak orang. 

Salah satu contoh nyata yaitu dengan membuat kompos dari sampah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayuran. Kompos yang dihasilkan pun bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman agar tumbuhan semakin subur dan bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi apabila diproduksi dalam jumlah yang banyak. 

Berdasarkan hal itulah mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2022, melaksanakan program edukasi serta pelatihan mengenai pengolahan sampah organik domestik. Aksi nyata ini yaitu pembuatan kompos rumah tangga dengan metode Takakura kepada anggota karang taruna Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (23/7/2022). 

Program tersebut bertujuan agar sampah organik yang dihasilkan masyarakat dari aktivitas sehari-hari bisa menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Metode Takakura adalah metode komposisasi dengan prinsip fermentasi, sehingga kompos yang dihasilkan tidak mengeluarkan bau. 

Langkah-langkah pembuatannya pun cukup mudah, dan media yang digunakan sederhana yaitu dengan keranjang. Dengan begitu memudahkan masyarakat untuk melakukannya sendiri di rumah masing-masing. Program composting ini juga mendapatkan respons yang positif dari anggota karang taruna, karena mereka merasa bermanfaat untuk ke depannya. Selain itu proses pembuatannya pun dirasa tidak sesulit yang mereka bayangkan. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT