07 August 2022, 22:30 WIB

Alumni UI Tantang Perguruan Tinggi Tingkatkan Peringkat di Kancah Global


Bayu Anggoro |


KETUA Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Andre
Rahadian mendorong agar universitas di Indonesia memperkuat sisi
kualitas dalam pemeringkatan global, bukan hanya dari segi kuantitas.

Menurut Andre, universitas bukan hanya tentang link and match dunia
kerja tapi juga tempat menghasilkan para pemikir dan periset handal.

"Kami mendorong agar universitas-universitas di Indonesia, khususnya UI
untuk memperhatikan juga segi kualitas yang dianggap penting dalam
pemeringkatan, seperti misalnya rasio dosen mahasiswa, karya ilmiah, dan persepsi dunia kerja," ungkap Andre dalam sambutannya pada
acara Lembaga Forum Diskusi Salemba (FDS) Iluni UI dengan tema Universitas Indonesia sebagai Penggerak Peringkat Perguruan Tinggi
Indonesia di Kawasan ASEAN
, Minggu (7/8).

Bertempat di Aula SIL SKSG Gedung IASTH lantai 5 Kampus UI Salemba, acara itu dihadiri narasumber Dr Lukman, ST, M.Hum.Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi;  F. Astha Ekadiyanto, Direktur Center for Independent Learning (CIL) Universitas Indonesia; Prof Dr Eng Wisnu
Jatmiko, ST, MKom., Guru Besar Universitas Indonesia dan Dr.
Muhammad Rahmat Yananda (Ketua Iluni UI).

Salah satu isu dan permasalahan yang hendak dikaji adalah tentang pemeringkatan perguruan tinggi Indonesia di kancah global.

Pada kesempatan tersebut, Andre menyoroti ketertinggalan yang saat ini
masih dihadapi oleh perguruan tinggi di dalam negeri jika dibandingkan
perguruan tinggi negara-negara tetangga di ASEAN. Data CWUR  2023-2022
menempatkan UI sebagai peringkat 1 nasional dan peringkat 1.553 dunia.

Sementara, beberapa perguruan tinggi di ASEAN seperti Putra University
di Malaysia, Chulalongkorn University di Thailand, dan Asian Institute
Management di Filipina berada di atas peringkat global perguruan tinggi
Indonesia.

"Oleh karena itu, kami mendorong agar universitas-universitas di Indonesia, khususnya UI untuk memperhatikan juga segi kualitas yang
dianggap penting dalam pemeringkatan di kawasan Asia Tenggara, seperti
misalnya dalam rasio dosen mahasiswa, sitasi karya ilmiah, dan hasil
riset," ungkap Andre.


Kontribusi untuk masyarakat


Sementara itu, Ketua Iluni UI Muhammad Rahmat Yananda mengatakan,
pemeringkatan perguruan tinggi terutama di tingkat global memiliki
pengaruh cukup signifikan dan krusial tetapi merupakan fenomena old
normal. Pemeringkatan tersebut masih menjadi acuan tetapi mungkin tidak
lagi signifikan.

Krisis covid-19 telah membuka mata banyak pihak bahwa misi ketiga
perguruan tinggi untuk dapat berkontribusi kepada masyarakat lebih
ditunggu. Misalnya peran perguruan tinggi dalam perubahan iklim lebih
relevan. "Ini adalah fenomena new normal," ungkap Rahmat.

Rahmat juga melihat potensi perubahan indikator pemeringkatan. "Sejalan
dengan pengaruh revolusi digital dalam pengajaran, maka indikator
pengajaran daring akan mendapatkan perhatian tinggi. Webometric telah
memelopori pemeringkatan terkait dengan teknologi internet. Ke depan  akan lebih signifikan."

Covid-19 menjadi game changer untuk pendidikan tinggi. Perguruan tinggi
perlu menyusun skenario masa depan yang menyertakan peran perguruan
tinggi di dalamnya, yang juga terkait dengan evaluasi/pemeringkatan.

"Perguruan tinggi seperti UI dapat membantu menyusun Visi Indonesis 2045. UI dapat berperan menyiapkan SDM, menguatkan riset dan
berkontribusi untuk masyarakat. Langkah tersebut akan mendorong UI
meningkatkan posisi peringkatnya dengan tetap relevan untuk semua
pemangku kepentingan," tambah Rahmat.

Lukman menyatakan tahun ini pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp7 trilun untuk PTNBH dalam mencapai indikator world class university.

"Dengan sistem  WCU analysis Sinta, seluruh pemangku kepentingan
termasuk universitas di Indonesian dapat melihat status dan kondisi saat dini dalam pencapaian peringkat yang ada secara real time," sebut Lukman.

Terkait dengan kondisi di Universitas Indonesia yang merupakan
universitas terbaik di Indonesia dalam beberapa survei internasional,
Prof Wisnu sebagai perwakilan guru besar menyampaikan bahwa saat ini
yang terpenting adalah meningkatkan riset dan sitasi secara global.

"Saat ini UI sudah membangun network dengan kurang lebih 160 institusi
pendidikan dunia dengan harapan dapat meningkatkan kwalitas riset dan
juga sitasi atas riset dan tulisan hasil civitas UI," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ILUNI UI juga resmi menetapkan serta
mengukuhkan pengurus Lembaga Forum Diskusi Salemba (FDS) ILUNI UI
periode 2022-2025 melalui pembacaan Surat Keputusan oleh Ketua Umum
ILUNI UI Andre Rahadian. Lembaga ini diresmikan sebagai wadah diskusi,
riset, dan rekomendasi untuk memperkuat kohesi bangsa.

Kontribusi

Ketua Lembaga Forum Diskusi Salemba sekaligus Ketua Policy Center ILUNI
UI M Jibriel Avessina mengungkapkan komitmennya untuk berkontribusi
bagi peningkatan pemeringkatan UI khususnya dan perguruan tinggi di
Indonesia pada umumnya, terutama di kancah internasional.

"ILUNI UI akan melakukan serangkaian kegiatan yang dimulai melalui suatu diskusi yang diharapkan dapat menjadi forum yang melahirkan gagasan, masukan, dan kritik konstruktif untuk mendukung kemajuan peringkat UI ke depan," tegas Jibriel.

Salah satu bentuk keseriusan Iluni UI dalam membuka ruang-ruang diskusi
dan kajian terkait berbagai isu termasuk pendidikan adalah dengan
dibentuknya Lembaga Forum Diskusi Salemba Iluni UI.

Jibriel menjelaskan, ke depan lembaga ini akan menjadi ruang temu bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan-masukan sesuai kepakaran mereka, salah satunya untuk dunia pendidikan.

"Dengan telah diresmikannya Lembaga Forum Diskusi Salemba ILUNI UI pada
hari ini, kami berharap Iluni UI dapat lebih konsisten dalam memberikan
berbagai solusi dan masukan untuk pemerintah dan pemangku kepentingan,"
harapnya.

Lembaga Forum Diskusi Salemba merupakan lembaga yang dibentuk oleh
Policy Center Iluni UI. Berawal dari program diskusi berkala, Lembaga
Forum Diskusi Salemba Iluni UI sejak 2019-2022 telah mengadakan lebih
dari 80 diskusi dari berbagai topik dan wacana yang tengah menjadi
perhatian publik.

Topik diskusi mencakup bidang ekonomi, sosial, politik, kesehatan, hukum, hingga kajian kebijakan publik. Tak hanya mengadakan diskusi luring dan daring, Lembaga Forum Diskusi Salemba telah menyusun berbagai gagasan dan masukan-masukan dari para alumni UI menjadi sebuah rekomendasi dengan beragam topik. Di antaranya rekomendasi kebijakan penanganan wabah covid-19 di Indonesia, rekomendasi kebijakan UMKM, panduan pengendalian infeksi covid-19 berbasis manajemen risiko, analisis tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan analisis terkait Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (N-2)

BERITA TERKAIT