06 August 2022, 08:58 WIB

Wapres RI Apresiasi Upaya Majelis Hukama Perkuat Persaudaraan


Mediaindonesia.com |

WAKIL Presiden RI KH Ma'ruf Amin mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang dipimpin oleh Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmed Al -Tayeb, dalam memperkuat persaudaraan dan mencapai hidup berdampingan secara damai di antara manusia

Hal itu disampaikan oleh Wapres Ma'ruf Amin saat menghadiri dialog publik di panggung utama Islamic Book Fair ke-20 di JCC-Senayan, Jakarta, Jumat (5/8) malam.

Wapres hadir atas undangan Majelis Hukama Muslimin (MHM) untuk menyampaikan keynote speech pada dialog tentang Aspek Kemanusiaan dalam Peradaban Islam. Hadir juga sebagai narasumber, Prof Dr M Quraish Shihab (Menag 1998), Dr (HC) Lukman Hakim Saifuddin (Menag 2014-2019), dan Dr TGB Zainul Majdi (Gubernur NTB 2008-2018).

baca juga: Majelis Hukama Muslimin Siap Ramaikan Islamic Book Fair Dengan Ratusan Buku Terbaik

Wapres juga mengapresiasi partisipasi MHM dalam kegiatan Islamic Book Fair tahun 2022. KH Ma'ruf Amin menilai keikutsertaan MHM semakin memperkaya pameran dengan buku-buku berharga dari ulama Al-Azhar dan dunia Islam, yang membawa pesan moderasi beragama, terutama buku dan tulisan Imam Akbar Ahmed Al-Thayyeb.

"Saya berharap publikasi Majelis Hukama Muslimin akan berkontribusi untuk mengimunisasi pemuda dan bangsa Islam dari ide-ide ekstremis, dan mengatasi fenomena Islamophobia (kebencian terhadap Islam)," tandasnya.

Dalam IBF 2022, MHM menyajikan banyak buku yang membawa pesan dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan, cinta, perdamaian, dan hidup berdampingan di antara semua manusia.

Di antara publikasi terbitan MHM yang paling menonjol adalah Buku "Al-Qawl al-Thayyib" karya Imam Akbar, Prof Ahmed Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, Ketua MHM. Ada juga buku "Al-Imam wal Baaba wa al-Thariiq al-Shu'b: Syahaadah 'Ala Miiladi Watsiqah al-Ukhuwwah al-Islaamiyah"  karya Kanselor Mohamed Abdel Salam, Sekretaris Jenderal MHM.

Buku-buku penting lainnya antara lain Al-Fataawa wa Dhawaabithuha wa Masuuliyyatul Mufty wal Mustafty karya Prof. Dr. Ahmed Ma'bed Abdel Karim, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar. Buku Qawlun fit-Tajdiid karya Prof. Dr. Hassan Al-Shafei, anggota MHM. Buku Al-Hub fil-Quranil Kariim karya Pangeran Ghazi Al-Hashimi, anggota MHM.

Kemudian buku Al-Syarqu wal Gharbu, Hal Yajtami'ani karya Muhammad Arafah, buku Manahij Al-Tafkiir fil 'Aqiidah karya Imad Khafaji, dan
buku Al-Fikru Al-Diny wa Qadhaya al-'Ashr karya Prof. Dr. Mahmoud Hamdi Zaqzouq, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar, dan anggota MHM

Majelis Hukama Muslimin adalah sebuah lembaga independen lintas negara yang didirikan pada 21 Ramadan 1435 H atau 19 Juli 2014. MHM bertujuan mengukuhkan perdamaian dan menciptakan rasa aman pada masyarakat muslim. Lembaga yang berkedudukan di Abu Dhabi ini beranggotakan sejumlah ulama, pakar, dan tokoh yang memiliki karakter bijak, adil, independen, dan berpikiran wasathiyah.

MHM merupakan sebuah lembaga yang berupaya menyatukan umat Islam dan meredam konflik yang mengancam nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip dasar Islam toleran yang dialami oleh Dunia Islam sejak beberapa dekade terakhir. (RO/N-1)

 

BERITA TERKAIT