05 August 2022, 20:43 WIB

Tekan Emisi Karbon. MS Glow Gelar Kampanye '1000 Tanaman Sejuta Kebaikan'


mediaindonesia.com |

MEMPERINGATI Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni lalu turut membangkitkan kesadaran peduli lingkungan.

Dalam upaya mitigasi pemanasan global, sejumlah negara merekomendasikan pentingnya net zero emission pada 2050.

Indonesia juga turut meratifikasi Paris Agreement dan melakukan berbagai upaya untuk menurunkan gas rumah kaca yang menjadi pemicu pemanasan global.

Dalam konteks itu, Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan dan mitigasi perubahan iklim dengan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional hingga 2030.

Sebagai sebagai salah satu brand kecantikan lokal di Indonesia, MS Glow turut mendukung penurunan emisi karbon dengan mengadakan kampanye '1000 Tanaman Sejuta Kebaikan'.

Belum lama ini, MS Glow bekerja sama dengan Motion Radio Jakarta mengadakan kegiatan 'Bagi-Bagi Tanaman Hias' di area Car Free Day Sudirman, Jakarta, bulan lalu.

Dalam acara kampanye '1000 Tanaman Sejuta Kebaikan', disemarakkan dengan serangkaian kegiatana di antaranya  zumba, fun quiz dan mini games.

Acara ini juga sekitar 100 warga Jakarta yang sedang melintas di area Car Free Day di depan BNI 46, Jalan Sudirman.

Dalam keterangan pers, Rida Millati selaku Head Marketing MS Glow, mengatakan,"Tanaman hias yang dibagikan selama acara adalah Sansevieria atau yang dikenal dengan lidah mertua."

"Sebanyak 200 tanaman lidah mertua dibagikan bagi warga yang mengikuti zumba," katanya.

Baca juga: RI Tekankan Pentingnya Peningkatan Investasi Energi Bersih

"MS Glow juga mengajak para pengunjung Car Free Day untuk mengumpulkan sampah botol plastik yang dapat ditukar dengan tanaman hias dan hadiah menarik dari MS Glow," paparnya.

Lidah mertua sendiri menurut penelitian merupakan tanaman hias yang mampu menyerap polusi dan menghasilkan oksigen (O2) lebih banyak, dibandingkan dengan jenis tanaman hias lainnya.

“Pembagian tanaman yang kami lakukan hari ini merupakan program CSR MS Glow berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi kami untuk menjaga alam," jelasnya.

"Dari langkah kecil berkelanju tan yang kami lakukan, kami berharap dapan berkontribusi dalam menjaga serta memperbaiki alam kita,” ungkap Rida.

Sebelumnya, rangkaian kampanye Seribu Tanaman Sejuta Kebaikan ini dimulai dengan donasi 500 bibit mangrove kepada Yayasan lindungihutan.com di Semarang, Jawa Tengah pada 27 Juni lalu.

Sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di Kelompok Tani Mangrove Lestari di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Selain itu, MS Glow juga mendonasikan 350 bibit tanaman ke komunitas pecinta tanaman di tujuh kota berbeda yaitu Malang, Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Depok, Bekasi, dan Medan.

Acara pembagian bibit tanaman tersebut dilangsungkan di masing-masing klinik yang dimiliki MS Glow, MS Glow Aesthetic Clinic.

Nadia Alaydrus sebagai salah satu Brand Ambassador MS Glow juga turut hadir meramaikan acara yang berlangsung.

Nadia yang juga merupakan seorang dokter dan influencer berharap supaya dengan kegiatan ini dapat membantu mengurangi sampah plastik.

“Harapannya untuk Indonesia tentunya kita bisa jadi lebih ramah lingkungan ya produk-produknya, semoga sampahnya juga semakin minim," katanya.

"Apalagi pulau-pulau yang ada di Indonesia yang suka jadi limbahnya dari sampah plastik, semoga ekosistemsemakin membaik karena kita bisa mengurangi sampah plastik,” ujar Nadya.

 Botol plastik yang terkumpul selama acara nantinya akan diserahkan ke Bank Sampah Kompas Gramedia untuk dapat didaur ulang.

“Seribu Tanaman Sejuta Kebaikan yang diselenggarakan oleh Motion FM, MS Glow dan bekerja sama dengan Bank Sampah Kampung Koran Kompas Gramedia sangat menarik," ujar Devin, Corcomm Bank Sampah KG media.

"Di satu sisi kita bisa mengurangi volume penumpukan sampah plastik yang ada di lingkungan, di satu sisi juga kita bisa be rinvestasi untuk lingkungan yang lebih baik di masa depan dengan menanam bibit-bibit tanaman," katanya.

"Semoga ke depan semakin banyak pihak yang terlibat karena untuk menciptakan lingkungan yang bersih bukan tanggungjawab satu pihak saja,” ujar Devin. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT