05 August 2022, 15:15 WIB

Dua Buku Literasi Digital untuk Guru Madrasah Diluncurkan


mediaindonesia.com |

PENERBIT Erlangga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan dua buku dan talkshow bertajuk “Kecakapan Berpikir Komputasional Menyongsong Madrasah Melek Digital” pada Kamis (4/8) malam, di Panggung Utama Islamic Book Fair 2022, Gedung Jakarta Convention Center (JCC), DKI Jakarta. 

Dua judul buku yang diluncurkan adalah Panduan Literasi Digital bagi Guru Madrasah dan Panduan Berpikir Komputasional bagi Guru Madrasah. 

Acara peluncuran buku dan talkshow dihadiri Wakil Menteri Agama (WamenaG) Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. sebagai pembicara kunci.

Adapun panelis adalah Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T. dan Rahmat Hidayatullah, M.A. yang juga penulis kedua buku tersebut. Acara talkshow dimoderatori oleh Galuh Ayu Amalia, S.S.I., seorang public speaker. 

Peluncuran dua buku Emir (Erlangga Group) ini adalah bagian dari rangkaian acara Islamic Book Fair 2022 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 3-7 Agustus 2022. 

Dalam keterangan pers, Jumat (5/8), Irving William P.W. Manajer Marketing Nasional Penerbit Erlangga mengatakan bahwa kedua buku tersebut diluncurkan dalam rangka ikut menyukseskan program literasi digital dan pentingnya berpikir komputasional bagi seluruh tenaga pendidik.

Baca juga: Gandeng Perpusnas, Penggerak Literasi Nasional Tingkatkan Literasi Pelajar

"Khususnya para guru di lingkungan madrasah yang tengah digalakkan oleh Kementerian Agama RI dan menjadi salah satu program prioritas kementerian ini," jelasnya.

"Buku Panduan Literasi Digital bagi Guru Madrasah adalah buku panduan dalam pengeterapan literasi digital untuk kegiatan pembelajaran di lingkungan madrasah secara khusus, dan lingkungan sekolah pada umumnya," jelas Irving.

Buku ini berusaha menjawab secara komprehensif apa yang dimaksud dengan literasi digital secara umum dan apa relevansinya bagi dunia pendidikan dan pembelajaran, khususnya di lingkungan madrasah.

Buku ini dimaksudkan sebagai bekal para guru dan pendidik di lingkungan madrasah, dan sekolah pada umumnya kepada para siswa/santri dalam menyongsong digitalisasi segala aspek kehidupan di masa depan. 

Sementara itu, buku Panduan Berpikir Komputasional bagi Guru Madrasah memuat perkenalan konsep dasar Computational Thinking (CT) bagi guru madrasah agar mereka mampu mengintegrasikan pemikiran komputasional dalam aktivitas pedagogis sehari-hari.

"Buku ini akan memandu setiap pendidik untuk memiliki pemahaman yang tepat tentang semua hal yang berkaitan dengan Computational Thinking (CT)," tutur Irving. 

Buku Panduan Berpikir Komputasional bagi Guru Madrasah dilengkapi contoh-contoh ilustrasi yang didasarkan pada konsep komputasional sehari-hari yang berasal dari pelbagai domain. Pada akhir setiap bab dalam buku ini disajikan pula latihan untuk menguji pengetahuan dan kemampuan setiap pendidik.

Selain itu, dilampirkan pula beberapa contoh soal dan lembar kerja siswa, serta lembar pedoman untuk guru.

Penerbit Erlangga sendiri sudah berdiri sejak 30 April 1952. Beberapa perusahaan penerbitan yang berada dalam naungan Erlangga Group adalah Emir, Erlangga for Kids, Esensi, Esis, Phibeta, dan Erlangga Online. 

Penerbit Erlangga telah lama berfokus untuk menerbitkan buku-buku sekolah.

"Sebagai penerbit buku sekolah, Penerbit Erlangga menduduki posisi mapan di ranah penerbitan Indonesia dan produk-produknya menjadi buku pegangan insan pendidik mulai tingkat Taman Kanak-Kanak sampai universitas, bahkan kalangan pemerintah," jelas Irving.

Penerbit Erlangga berkali-kali meraih penghargaan prestisius Top Brand for Teens sejak tahun 2013 untuk kategori “Buku Pendidikan”.

Penerbit Erlangga juga meraih penghargaan prestisius Top Brand Gen-Z 2021. Berbekal prestasi ini, Penerbit Erlangga tak ragu untuk mengusung semboyan “Penerbit Buku Pendidikan Terbaik Di Indonesia”.

Penerbit Erlangga juga berusaha menyediakan bahan-bahan literasi untuk insan pendidikan di lingkungan madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag.

Erlangga Group menyadari bahwa pendidikan madrasah bukanlah lembaga pendidikan alternatif, justru sebagai tulang punggung pendidikan di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, mengatakan," Buku ‘Panduan Literasi Digital bagi Guru Madrasah’ dan ‘Panduan Berpikir Komputasional bagi Guru Madrasah’  yang ditulis oleh Sdr. Rahmat Hidayatullah ini merupakan salah satu bacaan penting untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru madrasah agar selaras dengan tuntutan Era Revolusi Industri 4.0. "

"Oleh karena itu, saya menyambut baik penerbitan buku ini oleh Penerbit Erlangga. Semoga buku ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi guru madrasah secara khusus dan para praktisi pendidikan di Indonesia secara umum,” jelas Zainut.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T. mengatakan “Kita menghendaki guru madrasah yang memiliki kualitas dan kompetensi yang unggul. "

"Kualitas guru yang unggul tentunya akan berdampak pula pada kualitas anak didik di madrasah,” kata  Muhammad Ali Ramdhani .

“Untuk menjadi madrasah hebat bermartabat, kita harus membangun sistem digital yang kuat. Kita tidak bisa lagi bekerja hanya secara manual, pelan-pelan kita harus mulai mengarah pada penguatan digital culture,”  jelasnya.

Penulis buku, Rahmat Hidayatullah, M.A. menjelaskan,"Sebagai pemangku kepentingan utama dalam dunia pendidikan, guru perlu meng-upgrade kompetensi profesional dan pedagogik untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa."

"Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru abad ke-21 adalah kompetensi literasi digital dan keterampilan berpikir komputasional," terang Rahmat. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT