05 August 2022, 09:47 WIB

Atasi Stunting, Menkes Lakukan Intervensi Sebelum Bayi Lahir


Kautsar Widya P |

PENANGANAN stunting yang dilakukan sebelum bayi lahir dinilai akan lebih efektif. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sembari menyebut upaya itu bisa menekan angka stunting yang hingga kini masih tercatat 24,4%.

"Jadi intervensi spesifik yang kita berikan adalah ke remaja putri, agar jangan sampai kekurangan zat besi, kemudian ke ibunya pada saat hamil jangan sampai kekurangan zat besi dan juga jangan sampai kekurangan gizi," ujar Budi di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jakarta Pusat, Kamis (4/8).

Setelah itu, dapat dilakukan intervensi terhadap bayi yang sudah lahir. Seperti memberikan makanan tambahan hingga melarikan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat apabila berat bayi kurang.

"Kalau kemudian benar-benar stunting mesti dikirim ke rumah sakit umum daerah (rsud) agar ada benar-benar makanan bergizi tinggi yang diberikan disana," terangnya. 

Baca juga: 12 Provinsi Ini Jadi Fokus Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, Apa saja?

Budi menyebut seluruh langkah-langkah itu telah ia susun dalam 11 program yang bakal diimplementasikan di 12 provinsi prioritas penanganan stunting.

"Untuk intervensi spesifik Bapak Wakil Presiden (Ma'ruf Amin) meminta agar segera dijalankan untuk 12 provinsi agar bisa semua programnya mencapai target turun (angka stunting) ke 14%," jelasnya.

Lebih lanjut, dari 12 provinsi prioritas itu, pemerintah telah membagi menjadi tujuh provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan lima provinsi lainya merupakan daerah dengan jumlah balita stunting terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Sumatra Utara.(OL-5)

BERITA TERKAIT