04 August 2022, 15:36 WIB

Kemendagri Gaungkan Net Zero Emission Lewat Podcast


Mediaindonesia.com |

INDONESIA tengah menyiapkan instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen pendanaan alternatif. Tujuannya untuk mencapai target perubahan iklim Indonesia, baik Nationally Determined Contribution atau NDC 2030 maupun Net Zero 2060.

Guna mendukung implementasi NEK, pemerintah menerapkan Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon. Perpres ini menjadi dasar penerapan berbagai instrumen NEK seperti emission trading system atau perdagangan emisi, offset crediting atau kredit karbon, dan pembayaran berbasis kinerja atau result based payment.

Demikian salah satu tema perbicangan dalam podcast Bikin Bangga Indonesia bertemakan instrumen Nilai Ekonomi Karbon Menuju Net Zero Emission.

Podcast itu digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (4/8). Siaran tersebut dapat langsung
dinikmati di akun Youtube BPSDM TV. mengundang 

Peneliti Senior Badan Riset dan Inovatif Nasional (BRIN) Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto selaku menjadi narasumber dalam acara yang dipandu Andromeda Mercury itu.

"Pemerintah memiliki target pada tahun 2060 kita sudah menggunakan energi yang bersih yang emisi karbonnya rendah," ujar Djarot.

Ia menambahkan, masyarakat harus sadar, jika tidak melakukan perubahan kebijakan penggunaan energi fosil ke energi baru yang terbarukan mungkin akan jauh lebih bermasalah. Mulai dari global warming, lahan pertanian akan semakin berkurang hingga kemungkinan hilangnya negara-negara kepulauan. 

"Salah satu kebijakan untuk mendukung Net Zero Emission yaitu Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ditargetkan pada 2045. Selain itu adanya PLTN, pemerintah juga berusaha mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang kedepannya akan menjadi energi yang terbaharukan," papar Djarot.

Ia mendorong ASN Kemendagri memiliki pengembangan kompetensi juga diberi pengetahuan tentang Net Zero Emission lalu mampu mengimplementasikannya dałam kehidupan sehari-hari. (OL-8)

BERITA TERKAIT