04 August 2022, 15:03 WIB

Siswi SMA ACS Jakarta Adaptasi Teknologi Tekan Penyebaran Covid-19 di Kelas


mediaindonesia.com |

 SEJALAN dengan dimulainya sistem pembelajaran tatap muka (PTM) penuh di beberapa institusi pendidikan Indonesia, maka sangat diperlukannya tindakan-tindakan preventif untuk mengurangi penularan Covid-19 dalam lingkungan sekolah.

Hal inilah yang melatarbelakangi Ashley Halim, seorang siswi SMA ACS Jakarta, membuat alat filtrasi udara Klinair karena prihatin terhadap risiko penularan Covid-19 di sekolah-sekolah.
 
“Saya memutuskan untuk membuat alat ini supaya bisa membantu anak-anak dan remaja agar bisa meneruskan kegiatan sekolah tatap muka dengan aman," jelas Ashley Halim selaku pencetus alat Klinair dalam keterangan pers, Kamis (4/8).

"Alat ini diharapkan bisa membuat lingkungan belajar yang lebih sehat, dengan adanya ventilasi udara yang baik dan penggunaan sistem filtrasi udara yang tepat,” kata Ashley.
 
Ashley menyadari bahwa masih banyak ruang sekolah yang memiliki ventilasi yang kurang baik dan alat filtrasi udara komersil juga cukup mahal harganya.

Baca juga: Update 3 Agustus: Kasus Harian Covid-19 Tembus 6.167

Oleh karena itu,  Ashley berencana untuk membuat filter udara CR Box (Corsi-Rosenthal Box) yang menggunakan standar yang cukup bagus tapi dengan biaya terjangkau.
 
Ashley mendapatkan idenya dari Dr. Richard Corsi yang merupakan dekan fakultas teknik di University of California Davis.  

Dr. Richard Corsi dan rekannya Jim Rosenthal, merupakan pakar kualitas udara indoor yang menemukan cara sederhana dalam membersihkan udara di dalam ruangan.

Dengan mengadaptasikan teknologi CR-Box tersebut, Ashley Halim membuat sendiri alat pembersih udara yang diberi nama Klinair. 
 
Klinair terdiri dari 4 buah filter kertas Merv-13 yang di gabungkan dengan sebuah kipas angin kotak.

Cara kerja dari alat ini adalah menarik udara dari dalam ruangan dan menyaringnya melalui filter Merv-13 tersebut, lalu kipas akan melepaskan udara yg lebih bersih.

Teknologi ini sangat efektif menyaring partikel udara yang mengandung virus SARS-Cov 2 yang menyebabkan Covid-19. Alat ini telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh universitas-universitas terkemuka di Amerika Serikat.

Ashley juga telah melakukan penelitiannya sendiri dengan menggunakan alat KlinAir buatannya dengan menggunakan alat penghitung partikel di udara dan hasilnya tidak kalah dari beberapa merk air purifier terkemuka yang ada di pasaran.  

Keunggulan dari alat Klinair ini adalah biaya nya yang relatif lebih murah dan cara membuatnya yang sederhana sehingga bisa diimplementasi dengan luas. 
 
Pada hari ini atau Kamis (4/8) telah dilakukan acara serah terima 10 unit Klinair yang dihadiri oleh wakil pihak sekolah SMA Katolik Nusa Melati dan SMA ACS Jakarta, wakil dari PT. Deltomed Laboratories sebagai salah satu sponsor, dan beberapa siswa/siswi sekolah Nusa Melati.

Penyerahan ini langsung dilakukan oleh Ashley kepada pihak SMA Katolik Nusa Melati. Selain serah terima alat Ashley juga memberikan edukasi secara langsung dan mengajarkan cara membuat alat ini sehingga banyak yang dapat mengimplementasikannya kedepan.
 
Ashley Halim yang bercita cita mengambil jurusan teknik lingkungan ini, telah berhasil menggalang dana untuk membiayai 50 unit alat KlinAir yang akan dibagikan secara cuma-cuma kepada sekolah lain yang membutuhkan.

Kegiatan ini pun turut disponsori oleh PT. Deltomed Laboratories, Yayasan Kinar Pustaka, PT. Multicrane Perkasa, Pearson Education Indonesia, PT. Intan Pertiwi Industri, PT. Star Cosmos Indonesia, AutoPitStop Car Service dan Rotiboy yang turut berkontribusi memberikan perlindungan lebih untuk siswa, guru dan tenaga kependidikan saat proses belajar mengajar. (RO/OL-09)
 
 

BERITA TERKAIT