03 August 2022, 23:12 WIB

Pengertian Norma serta Jenis dan akibat Pelanggarannya


Mesakh Ananta Dachi |

SEBAGAI negara yang memegang teguh budaya Timur, yang dikenal dengan nilai kesopanan dan nilai hormat, kita mengenal istilah ini dengan norma. Norma membentuk masyarakat yang menghormati nilai luhur individu, dan ikatan sosial yang taat aturan.

Pengertian norma

Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, norma memiliki arti sebagai aturan maupun ketentuan yang sifatnya mengikat suatu kelompok orang dalam masyarakat. Norma diterapkan sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai. Maka, dapat disimpulkan norma adalah batas yang dibuat oleh suatu perkumpulan, masyarakat, atau komunitas untuk memandu tiap anggota. 

Jenis norma

Norma agama

Norma agama berarti aturan atau panduan bagi umat beragama menurut agama masing masing yang berisi perintah, larangan, dan anjuran. Panduan dalam agama, pada umumnya berasal dari kitab suci tiap agama, yang diajarkan secara turun temurun, dan bersifat dogmatis yang berarti tidak bisa diubah. Kesalahan dari melakukan tindakan berdasarkan norma agama pada umumnya bersifat hukuman spiritual.

Contoh: Masyarakat beragama Islam harus mengerjakan salat lima waktu dan menghindari perbuatan dosa, seperti minum minuman keras, berjudi, dan makan makanan haram.

Norma kesusilaan

Norma kesusilaan berhubungan dengan hati nurani, karena manusia digerakkan oleh empati dan kepekaan. Pelanggaran dari norma kesusilaan akan berakhir pada rasa bersalah.

Contoh: Seseorang mengambil makanan orang lain. Orang yang melakukan hal tersebut akan diiringi oleh rasa bersalah.

Norma kesopanan

Norma kesopanan berarti panduan bagi individu untuk bertindak dan berinteraksi dengan individu lain dalam batasan tata krama. Melihat individu lain dengan hormat dan seimbang.

Contoh: Bagaimana kita menghormati dan cara berbicara kepada orang yang lebih tua kepada kita.

Norma hukum

Aturan-aturan yang ada pada norma ini dibuat oleh badan hukum yang bertanggung jawab di Indonesia yang dikemas dalam undang-undang. Norma hukum dibuat untuk memastikan akan adanya keadilan dan hukuman yang didapat jika seorang individu melakukan kejahatan dan juga menciptakan keadaan lingkungan bermasyarakat yang tertib, aman, rukun, dan damai.

Contoh: Pengendara motor yang menerobos lampu merah dan tidak menggunakan helm adalah salah satu contoh pelanggaran norma hukum.

Norma adat istiadat

Norma ini bersifat konservatif dan turun temurun. Artinya, secara pengaplikasiannya tidak bersifat sama di seluruh daerah. Namun, menyesuaikan pada kebiasaan tiap daerah yang pada umumnya bersifat variatif.

Contoh: Orang Batak dilarang untuk menikahi pasangan dengan marga yang sama.

Fungsi norma

Norma berfungsi sebagai panduan dalam masyarakat agar tidak bertindak di luar batas yang ada. Batas yang dimaksud adalah hak masyarakat lain. Selain itu, norma berfungsi membuat sebuah ikatan sosial sesuai dengan keinginan masyarakat.

Akibat pelanggaran norma

Pada umumnya, norma tidak akan dikenakan sanksi atau hukuman yang bersifat tertulis dan privat. Namun pelanggar norma biasanya dikenakan sanksi sosial berupa perlakuan yang timpang dari masyarakat. Namun, pelanggaran norma hukum akan diberi sanksi sesuai dengan hukum UU yang berlaku. (OL-14)

BERITA TERKAIT