03 August 2022, 19:04 WIB

Kenang Jasa Bapak Beton Indonesia, FT UGM Sematkan Nama Prof. Roosseno pada Gedung SGLC.


Mediaindonesia.com |

FAKULTAS Teknik Universitas Gadjah Mada secara resmi menyematkan nama Prof. Roosseno, Bapak Beton Indonesia sebagai nama pusat layanan pendidikan dengan konsep Smart and Green Learning Center (SGLC) yang menjadi simbol kebanggaan bagi FT-UGM. 

Peresmian bangunan baru SGLC dengan sebutan Gedung Prof.Roosseno Soerjohadikoesoemo digelar, Selasa (2/8).

Sebagai simbol FT-UGM, gedung itu nantinya akan difungsikan sebagai pusat layanan pendidikan. Selain itu, juga penelitian dan inovasi serta menjadi sarana pendukung dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis untuk memajukan bangsa dan negara.

Sosok Prof. Roosseno juga menjadi peletak dasar pengembangan dengan senantiasa berpedoman pada sikap kemandirian dan keberanian, sehingga menjadi spirit hadirnya Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC). 

Penyematan nama tersebut, diresmikan secara langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  Nizam dan Rektor UGM Ova Emilia, serta disaksikan Dekan, Sivitas Akademika serta Perwakilan Keluarga Roosseno.

“Kado yang sangat spesial di hari jadinya beliau, kami sangat bersyukur dan terhormat atas apresiasi yang luar biasa kepada Prof. Roosseno. Besar harapan kami, dengan disematkannya nama beliau pada Ikon baru ini, dapat menjadi semangat bagi seluruh sivitas akademika dalam mendedikasikan ilmu dan pengetahuan untuk membangun tanah air,” kata Cyril Noerhadi, cucu Roosseno, yang hadir di acara sebagai perwakilian keluarga.

“Meskipun raganya tak lagi bersama kita, semoga ide atau gagasan pemikiran beliau akan terus menjadi inspirasi bagi kita semua. Atas nama keluarga besar, saya mengucapkan  terima kasih kepada FT-UGM  yang senantiasa memberi perhatian, penghargaansekaligus mengenang jasa beliau semasa hidup," ibuh Cyril.

Baca juga : Daewoong Buka Peluang bagi SDM Berbakat Indonesia

Prof. Dr. Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo atau yang akrab dikenal dengan panggilan Prof.Roosseno merupakan ilmuwan bidang teknik sipil yang diberikan mandat oleh Presiden Soekarno untuk merancang dan membangun sejumlah proyek mercusuar di Indonesia saat itu. 

Bila dihitung, karya ciptanya lebih dari 32 bangunan bersejarah meliputi gedung, jembatan, hotel, pelabuhan, termasuk restorasi Candi Borobudur. 

Sejumlah bangunan tersebut, hingga saat ini masih berdiri kokoh sebagai ikon kebanggaan Indonesia seperti Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno Senayan, Hotel Indonesia, dan sebagainya.

Berkat pemikirannya yang cemerlang, karya-karya monumental telah dipancangkan di bumi pertiwi sebagai wujud nyata kecintaan anak bangsa untuk negerinya.

Penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama tahun 1984 itu telah menorehkan berbagai prestasi yang tidak hanya diakui pada level nasional saja, tetapi juga di level internasional. Oleh karena itu, atas kiprah dan loyalitas yang baik, Presiden Soekarno mengamanahkan sejumlah jabatan strategis untuk  diemban, seperti Menteri Perekonomian, Menteri Perhubungan, serta Menteri Pekerjaan Umum.

Sebagai seorang cendekiawan, kepiawaiannya tidak hanya teruji dalam pengembangan teknik konstruksi rancang bangun saja, namun juga memiliki kepedulian dan dedikasi yang tinggi dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Sejarah mencatat Prof. Roosseno berperan dalam berdirinya Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (FT-UGM), yaitu saat proses perpindahan dan menjadi Ketua Pertama STT Bandung di Yogyakarta yang merupakan embrio FT-UGM. Perpindahan ini sebagai pencerminan ketegasannya dalam mengambil keputusan agar Indonesia memiliki perguruan tinggi teknik. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT