03 August 2022, 15:57 WIB

Jangan Biarkan Korban Cyberbullying Menyendiri


Mediaindonesia.com |

Kebebasan berekspresi di media sosial kerap membuat orang kebablasan. Tanpa disengaja melakukan perundungan online (cyberbullying). Sebagai individu yang cakap digital harus membantu korban dengan memberi penguatan. Sehingga korban tidak merasa sendiri dan mengambil langkah ekstrem bunuh diri.

“Kalau korban adalah teman dekat atau kita melihat ada korban bully. Kita ajak ngobrol, tenangkan. Yang namanya dibuli psikologinya rapuh. Temani dan dengarkan mereka. Yakinkan tidak ada yang salah pada dirinya,” kata Komite Media Sosial Mafindo, Silma Agbas di Kediri, Jawa Timur, pada MInggu (31/7).

Cyberbullying  merupakan perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, bermain game, dan ponsel. Biasanya perlakuan ini dilakukan berulang untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran.

Walau terkesan hanya kata-kata, menurut Silba, upaya penguatan sangat membantu korban. Sebab, ketika tahu ada orang dekat yang mendukung, itu bisa membuat korban tidak merasa semakin jatuh. “Kalau kita cuek, korban akan merasa semakin terabaikan. Sehingga menarik diri,” ujarnya.
Setiap orang harus membedakan antara becanda dan bully dengan mengukurnya. JIka sudah terlalu personal dan menyakiti, segera laporkan kepada pengelola media sosial. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT